SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Tantangan masyarakat di era disrupsi menjadi materi yang juga disampaikan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat memberi paparan pada Stadium General dan Pelantikan Management Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Irsyad Al Islamiyah di Hotel Lotus Garden Kota Kediri, Selasa (5/7/2022).
Wali kota yang disapa Mas Abu itu mengungkapkan banyaknya perubahan yang terjadi begitu cepat di era disrupsi. Dan dampaknya, kata Mas Abu, bukan tentang bahwa yang kuat yang akan menang, namun yang bisa menyesuaikan terhadap perubahan atau adaptatif, adalah yang akan bertahan. "Itulah kata kunci yang harus menjadi pedoman di era disrupsi sekarang ini," kata Mas Abu.
Era disrupsi dipahami sebagai masa ketika terjadi fenomena perubahan masif dan cepat di semua aspek yang berakibat berganti atau hilangnya tatanan lama menjadi yang baru. Disrupsi pada dunia usaha misalnya, berwujud perubahan cepat dan luas yang bisa berakibat terhapus atau hilangnya pasar lama.
Dengan adanya fenomena disrupsi, kata Mas Abu, ada banyak bisnis kolaps, ada banyak hal-hal yang sekarang itu terdisrupsi dengan hal-hal baru. "Contohnya banyak sekali. Kalau dulu bisnis to bisnis lalu ke konsumen, kalau sekarang sudah tidak ada distribusi jadi dari bisnis langsung ke konsumen," urai Mas Abu.
Karena sekarang ada media sosial yang bisa digunakan berjualan, ada juga e-Commerce. "Kita dihadapkan dengan adanya pandemi Covid-19. Di pandemi ini kita tidak bertatap muka jadi banyak yang terdisrupsi oleh hal-hal ini, sehingga kita mau tidak mau harus menyesuaikan diri,” ujarnya.
Ia menuturkan, ke depan di Kediri selain di bidang kesehatan, pada bidang pendidikan juga akan dicari oleh semua orang. Bahkan saat ini banyak orang di luar Kota Kediri yang ingin bersekolah di Kota Kediri.
Semua sekolah di Kota Kediri sudah berkompetisi dengan baik, hanya saja Pemkot Kediri perlu memberikan wadah dan memperbaiki manajemen sekolah. Lantas ia juga memberikan pesan agar para guru bisa menjadi sahabat murid dan bisa memberikan ilmu yang tepat guna untuk para muridnya.
Selain itu, kehadiran Al Irsyad Al Islamiyah diharapkan membawa dampak positif dan memberikan warna pada pendidikan di Kota Kediri.
“Saya punya cita-cita bisa menjadikan Kota Kediri menjadi kota baldatun thoyyibatun wa rabbhun ghaffur. Al Irsyad juga harus bisa memberikan dukungan akan hal itu," ungkapnya.
Diharapkan generasi yang akan dicetak bersama-sama di Kota Kediri adalah generasi yang hebat, dan kesalehannya juga bagus. "Setidaknya kita punya orang yang shaleh shalihah, yang punya tanggung jawab besar untuk membesarkan negeri yang kita cintai ini," ujar Mas Abu.