Kediri, koranmemo.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menggelar Rembug Stunting Kota Kediri 2022, Selasa (22/3).
Pada acara Rembug Stunting ini Sekretaris Daerah Kota Kediri, Bagus Alit mengatakan, dari tahun 2019 hingga 2021, prevalensi stunting di Kota Kediri terus meningkat.
Dikatakan Bagus Alit, stunting yang identik dengan permasalahan kesehatan masyarakat kelas menengah bawah, kini juga dapat dialami oleh kelas menengah atas.
Berdasarkan data studi status gizi Indonesia, jelas Bagus Alit, pada tahun 2019 stunting di Kota Kediri sebesar 10,2 persen.
Selanjutnya pada tahun 2020 menjadi sebesar 12,7 persen dan di tahun 2021 menjadi sebesar 15,7 persen.
Penyebab stunting pun, kata dia, tidak hanya terbatas pada kemiskinan dan akses pangan saja.
“Namun saat ini juga bisa dipengaruhi oleh multidimensional seperti pola asuh, pemberian makan pada balita, dan kondisi sanitasi di rumah," ungkap Bagus Alit.
Dampak stunting yang dapat terjadi adalah terpengaruhnya tumbuh kembang dan kognitif anak.
Kemudian kesulitan belajar hingga rentan terkena penyakit tidak menular seperti jantung, obesitas, dan hipertensi.
Hal itu akan menghalangi aktivitas dan kemampuan anak untuk eksplorasi dan menjadi pribadi unggul.
Menurut Bagus Alit, stunting telah menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Pembangunan Jembatan Mrican, Anggaran Rp 15 M untuk Pelebaran Jalan Jongbiru
Pemkot Kediri juga telah berkomitmen mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendampingi dan mengawal program percepatan penurunan stunting di Kota Kediri.
"Kami menitikberatkan pada pendampingan pola asuh orang tua yang menjadi penentu tumbuh kembang 1.000 hari pertama kehidupan buah hatinya,” ujar Bagus Alit.
“Kehadiran posyandu balita pun juga telah aktif kembali untuk mendampingi ibu-ibu memantau pemenuhan gizi anak pada usia tertentu," katanya.
Ia berpesan, agar seluruh perangkat daerah dan stakeholder terkait untuk mengesampingkan ego sektoral serta bersatu menuju Kota Kediri bebas stunting.
Komitmen tersebut untuk menyelamatkan generasi emas Kota Kediri menyongsong tahun 2045.
"Mari kita bersama berkomitmen untuk bersatu menuju Kota Kediri bebas stunting. Saya juga berpesan pada para orang tua, mari dampingi tumbuh kembang anak dan berikan yang terbaik untuk mereka,” katanya.
“Kami yakin, akan semakin banyak generasi muda di Kota Kediri yang terus menoreh prestasi termasuk adik-adik yang telah hadir hari ini," tambahnya.
Pada acara ini, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemkot Kediri beserta pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting terintegrasi.
Acara ini juga menghadirkan narasumber dari tim ahli Local Governance Capacity Building For Acceleration Of Stuntingreduction (LGCB–ASR) Regional 3 Bangda Kementerian Dalam Negeri.