Penulis: Didik Mashudi | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | KEDIRI - Inovasi kursus bahasa Inggris gratis English Massive (Emas) Kota Kediri meraih penghargaan TOP 30 kompetisi inovasi pelayanan publik (Kovablik) Jawa Timur 2020.
Penghargaan diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (PANRB) Tjahjo Kumolo kepada Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Exhibition Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021).
Kursus bahasa Inggris gratis untuk warga Kota Kediri ini telah berjalan selama 6 tahun. Sudah ada ribuan masyarakat yang telah mengikutinya.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan tahun lalu, Kota Kediri masuk 30 Top Kovablik dalam hal pelayanan kesehatan yaitu Home Care Peduli RSUD Gambiran.
Kota Kediri kembali meraih penghargaan lagi untuk inovasi publik kursus bahasa Inggris gratis English Massive. Sehingga program inovasi yang digagas Pemkot Kediri berjalan dengan baik dan tepat guna.
Wali Kota Abdullah Abu bakar berharap inovasi pelayanan publik dalam bidang apapun harus terus dilakukan. Selain itu inovasi pelayanan publik harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Kediri.
“Penghargaan itu hanya bonus, yang penting kita dapat melayani masyarakat dengan baik. Masyarakat yang dilayani paham bahwa pelayanan ini bisa dipakai dan tidak hanya diciptakan untuk bertanding saja,” ungkapnya.
English Massive digagas Wali Kota Abudllah Abu Bakar karena masih terbatasnya akses belajar bahasa asing. Padahal bahasa asing menjadi alat komunikasi yang efektif untuk bersaing secara global di era industri 4.0.
Selain itu Emas sebagai pengungkit kualitas Sumber Daya Manusia di Kota Kediri. Bertindak sebagai leading sector progam Emas Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri yang membentuk tim untuk merancang konsep pembelajaran hingga menyeleksi tutor-tutor.
Emas juga terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan usia, latar belakang sosial, serta tanpa batasan waktu dan tempat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan referensi inovasi dari berbagai kabupaten kota akan terus dilakukan pendalaman lebih detail untuk bisa direplikasi di tempat lain.
Dari proses yang dilakukan replikasi di berbagai daerah tentu harapannya adalah proses inovasi yang akan terus ditumbuhkembangkan.
Diharapkan seluruh inovasi yang sudah diinisiasi akan terus bisa dilakukan capaian-capaian yang signifikan baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota, kecamatan maupun desa.
“Terima kasih kepada bupati dan wali kota atas segala partnership yang luar biasa, penguatan di berbagai lini dan inovasi-inovasi berbagai improvement yang dilakukan oleh kabupaten kota semuanya,” ujarnya.
Sementara Menteri PANRB Tjahyo Kumolo mengharapkan proses pelayanan publik harus lebih dipercepat.
Sekarang Jawa Timur baik kabupaten dan kota sudah mulai meningkat dan merata untuk pelayanan publiknya.
“Saya harapkan kabupaten kota di Jatim kalau belum punya gedung pelayanan bisa pakai gedung lama, bisa pinjam atau sewa yang penting mempercepat proses pelayanan masyarakat dan mempercepat proses perizinan yang ada. Reformasi birokrasi merupakan satu bagian yang sangat simultan yang harus terus menerus kita cermati dan kita gerakkan dengan membangun berbagai inovasi,” jelasnya.