
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membuka kegiatan Pembelajaran Menuju Pekka Berdaya bertema "Mewujudkan Pekka Sehat, Produktif, dan Tangguh" yang diselenggarakan di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto serta Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kediri Dwi Sunaryati.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri mengungkapkan bahwa perempuan kepala keluarga (Pekka) merupakan sosok luar biasa yang memikul berbagai peran sekaligus, mulai dari menjadi ibu, kepala keluarga, pendidik anak, hingga pencari nafkah. Menurutnya, peran besar tersebut menjadikan perempuan kepala keluarga sebagai sandaran bagi anggota keluarga lainnya sekaligus pengambil berbagai keputusan penting dalam keluarga.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada ibu-ibu yang telah menyempatkan hadir pada kegiatan ini. Semoga pembelajaran selama tiga hari ini dapat memberikan manfaat dan semakin menguatkan ibu-ibu semua. Pemerintah Kota Kediri berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menguatkan hati, karena ibu-ibu tidak berjuang sendiri," ujarnya.
Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali ini menjelaskan, terdapat 13.160 perempuan kepala keluarga di Kota Kediri yang menjadi perhatian bersama. Program pembelajaran ini dirancang secara komprehensif melalui tiga bidang, yakni kesehatan, ekonomi, dan psikososial. Tema hari pertama mengangkat "Pekka Sehat, Pekka Terus Melangkah", yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan diri sebagai modal utama dalam membangun keluarga berkualitas.
Menurut Mbak Wali, perempuan kerap mendahulukan kebutuhan anggota keluarga dibandingkan kesehatan dirinya sendiri. Padahal, ketika perempuan sehat, peluang mewujudkan keluarga yang berkualitas juga semakin besar. Sebaliknya, ketika ibu sakit dan tidak dapat bekerja maupun mengasuh anak, hal tersebut akan berdampak pada kualitas keluarga.

Selain aspek kesehatan, pada hari kedua peserta akan mendapatkan materi mengenai kemandirian ekonomi dan pengelolaan keuangan keluarga.
Sedangkan pada hari ketiga, peserta akan mempelajari aspek psikososial, terutama mengenai komunikasi dan pengasuhan anak. Ketiga tema tersebut saling berkaitan untuk membentuk perempuan yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta mandiri secara ekonomi.
"Perempuan yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan mandiri secara ekonomi akan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas," ungkapnya.
Mbak Wali berharap materi yang diberikan dapat menambah wawasan sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar kegiatan ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, saling menguatkan, serta membangun jejaring antarsesama perempuan kepala keluarga.
Tercatat terdapat 13.160 perempuan kepala keluarga di Kota Kediri. Pada kegiatan pembelajaran yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, diikuti oleh 92 perempuan kepala keluarga dan surveyor Pekka. Selain itu, narasumber di hari berikutnya adalah Nisa Mutiara seorang dosen yang akan memberikan materi terkait ekonomi dan Tatik Imadatus Sa'adati seorang psikolog.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri Muhammad Fajri Mubasyyir, serta para perempuan kepala keluarga dan surveyor Pekka.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kediri