Apakah Persik Memilih Divisi Utama Atau Vakum ?

pemuda & olahraga | 21/01/2015

Persik Kediri belum memutuskan apakah akan memilih mengikuti kompeitsi Divisi Utama atau memilih beristirahat (vakum), setelah partisipasinya dicoret PT Liga Indonesia (PT LI). Dari kedua opsi itu, belum ada satu pun yang dipilih manajemen Persik.

"Kalau keinginan kami ya tetap mengikuti kompetisi LSI musim ini. Asal kami sudah punya dana, kami akan melaporkan ke PT LI," kata Barnadi, Ketua Umum Persik.

Dijelaskan Barnadi, dua opsi yang ditawarkan PT LI di atas belum ada yang dipilih. Karena konsentrasi pengurus Persik saat ini masih tetap berupaya dapat tampil di LSI.

Namun kata Barnadi, jika semua jalan yang ditempuh buntu, akhirnya Persik akan memilih ke­dua opsi dari PT LI itu. "Nanti kalau kami sudah benar-benar tidak dapat ikut LSI, barulah kedua opsi itu kami pertimbangkan,” ungkapnya.

Senada dengan Barnadi, mantan manajer Per­sik, H. Anang Kurniawan juga tetap berkonsentrasi agar Persik tetap dapat ikut LSI. Namun kendala yang dihadapi hingga saat ini adalah belum adanya dana seperti yang disyaratkan PT LI.

"Nanti kalau kami sudah memiliki dana tentu kami akan melaporkan posisi finansial Persik," tambahnya. Bagi Anang, Persik tetap berpeluang jika mendapatkan sponsor dan penyandang dana. Namun keputusan itu harus mendapat kepastian sebelum PT LI menggelar RUPS akhir Januari. "Sekarang kami tetap optimistis," ungkapnya.

Sejak dihentikannya proses seleksi pemain, lima pemain seleksi Persik memilih pergi untuk mencari tim Divisi Utama atau LSI. Misalnya Faris Aditama, Qichil Gandrumini dan Sandi yang me­milih Persepam Madura Utama (MU).

Kemudian Agung Suprayogi mengikuti seleksi di Persiba Balikpapan, dan Asep Budi bergabung ke Persela Lamongan. Tidak hanya itu, pemain asal Montenegro, Vladan Tatar sudah berpamitan untuk kembali ke negaranya Mentenegro.