Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sejumlah pedagang pasar tradisional di Kota Kediri masih mampu meraup keuntungan meski diberlakukan PPKM Darurat.
Utuk mencegah penyebaran virus Corona ( Covid-19 ), para pedagang ini berkreasi dengan berdagang secara online.
Pemesanan barang dapat dilakukan dengan mengirimkan daftar pesanan ke nomer WhatsApp (WA) pedagang.
Hal itu banyak dilakukan oleh pedagang di Pasar Setono Betek dan Pasar Bandar Kota Kediri.
Mereka telah memasang poster dan banner yang dipasang berisikan nama toko dan nomor HP.
Berbagai jenis barang yang bisa dipesan melalui nomer HP seperti pedagang ikan, ayam, sampai sayuran. Setidaknya ada 7 lapak pedagang sayur yang memanfaatkan pesan online.
Anik, salah satu pedagang sayur di Pasar Setono Betek menjelaskan, membuka layanan online untuk menyiasati pemasukan agar tetap jalan.
"Karena saya jualan sayur, saya berusaha untuk bisa menjual semua sebelum sayurannya busuk,” ungkapnya, Jumat (23/7/2021).
Melalui aplikasi perpesanan, Anik menerima pesanan untuk pelanggan Kota Kediri dan sekitarnya.
Nantinya pesanan itu akan diantar oleh kurir khusus yang disiapkan.
Malahan sejumlah lapak lainnya ada yang menyediakan pilihan antar melalui ojek online dan pembayaran melalui transfer.
Direktur PD Pasar Kota Kediri, Ihwan Yusuf menyampaikan, saat ini beberapa pedagang di Pasar Setono Betek dan Pasar Bandar mulai melakukan penjualan secara online.
“Kemajuan teknologi memang cukup menjadi solusi bagi pedagang pasar, terutama pada lapak pakaian. Kami juga mendorong pedagang lainnya untuk mencoba berjualan online,” ujarnya.
Upaya itu dilakukan supaya penjual tetap mendapatkan untung dari, meskipun para pelanggan saat ini memilih di rumah saja. Selain itu, agar retribusi pasar juga tetap didapatkan.
Baca juga: Sempat Nyaris Bangkrut Diterjang Pandemi Covid-19, Kampung Tenun Bandar Kidul Kediri Menggeliat Lagi
Selain itu hadirnya Belanja Instan dari Rumah (BI Imah) juga memberi kemudahan bagi para pedagang yang masih menyesuaikan diri dengan fasilitas online untuk tetap mendapat pesanan.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan, Pemkot Kediri menghadirkan layanan Bi Imah untuk mencegah panic buying.
"Selain itu, warga Kota Kediri juga tidak perlu keluar rumah untuk berbelanja. Sehingga lebih mudah," ujarnya.
Wali Kota menekankan pada warga Kota Kediri untuk tetap mengurangi mobilitas yang tidak perlu bahkan di tempat yang berpotensi kerumunan.
Di Kota Kediri terdapat 9 pasar di bawah naungan PD Pasar yang mengikuti kebijakan Pemkot Kediri mengenai PPKM Mikro untuk menutup sementara tempat usaha non esensial.