
Kediri, koranmemo.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri menargetkan perbaikan sejumlah titik drainase bisa rampung pada bulan September ini. Secara total, perbaikan drainase ini menyasar 14 titik di Kota Kediri, dengan pengerjaan yang dilakukan secara bertahap.
“Targetnya bulan September ini sudah selesai untuk sejumlah titik yang pengerjaannya sudah dimulai,” ujar Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri I Made Dwi Permana, Rabu (7/9).
Dari belasan yang titik yang diperbaiki, pengerjaannya saat ini masih berlangsung di 9 titik. Dari titik tersebut, pengerjaan yang sudah selesai ada di 5 titik yaitu di Jalan Adi Sucipto, di Jalan Kyai Mojo, Jalan Gunung sari, Jalan Balekambang, dan Kelurahan Burengan RW 5. Sementara titik perbaikan lain seperti di Jalan Pattimura juga sudah hampir rampung pengerjaannya.
Selanjutnya, perbaikan akan dilakukan pada drainase di Kelurahan Semampir, Kaliombo, dan Banaran. “Untuk titik selanjutnya akan dimulai dalam waktu dekat,” ujarnya.
Selain memperbaiki kondisi drainase yang ada, dalam segi pondasi dan lainnya. Ada beberapa titik yang juga dilakukan pelebaran dimensi. Pelebaran dimensi ini seperti yang dilakukan di Jalan Pattimura, selain itu juga Jalan Sultan Agung yang pengerjaannya baru akan dilakukan.
“Untuk di Jalan Sultan Agung rencananya akan memiliki ukuran dimensi 2 x 3 meter. Ini mengikuti existing yang ada, sehingga yang berukuran lebih kecil akan diganti ke ukuran tersebut,” ungkapnya.
Berdasarkan catatan Dinas PUPR Kota Kediri, kondisi drainase yang berfungsi baik di Kota Kediri saat ini hanya sekitar 50 persen secara keseluruhan. secara total ada 200 titik drainase di Kota Kediri, sehingga masih diperlukan pekerjaan perbaikan di titik lain setelah perbaikan yang dilakukan saat ini.
Secara total, proyek perbaikan 14 titik drainase ini menelan anggaran hampir Rp 7 miliar. Made menjelaskan, setiap titik memiliki anggaran yang berbeda, tergantung dari panjang drainase yang diperbaiki, dimensi, dan tingkat kesulitannya.
Mengambil contoh perbaikan drainase di Jalan Pemuda membutuhkan dana Rp 200 juta. Sementara ada juga titik yang pengerjaannya membutuhkan lebih dari Rp 1 miliar. Ini seperti pengerjaan di Jalan Pattimura dan di Semampir. Dua titik itu masing - masing menelan anggaran lebih dari Rp 1 miliar untuk perbaikan drainasenya.
“Untuk pengerjaan drainase itu lebih banyak yang di Semampir dari pada Jalan Pattimura, karena lebih panjang,” pungkasnya.
Reporter : Ahmad Bayu Giandika
Editor : Achmad Saichu