

AGTVnews.com - Goa Selomangleng Kediri menjadi salah satu tempat wisata yang dianggap angker dan mistis di Kota Kediri.
Goa buatan dari batu andesit ini terlihat kokoh di tengah rerimbunan pepohonan rindang yang berada di sekitar goa.
Goa Selomangleng terletak di kaki gunung Klotok, Desa Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Karena berada di kaki gunung, membuat suasana terasa sejuk dan segar.
Kilap batu Andesit ini langsung terlihat mencolok di tengah warna hijau dedaunan.
Di kanan kiri gua terlihat pohon yang tinggi besar dengan sulur akar saling membelit dan mengeras.
Kondisi inilah yang menambah kesan mistis goa Selomangleng semakin terasa. Ditambah lagi adanya beberapa patung di situs Selomangleng yang membuat siapa yang datang merinding.
Di bawah goa terdapat sebuah patung Dwarapala. Konon katanya, patung ini ada sepasang dan menjagi penjaga dari tempat suci.
Bagi siapa yang berniat jahat, maka tidak akan bisa masuk ke area suci ini.
Goa Selomangleng ini merupakan tempat pertapaan yang merupakan putri mahkota prabu Airlangga.
Kecantikannya yang luar biasa ini membuat dua ksatria dari Goa Kisondo Jawa Tengah berniat untuk melamarnya.
Dua Ksatria ini adalah Lembu Suro dan Mahesa Sura yang akhirnya bernasib tragis tertimbun di sumur Gunung Kelud atas tipu daya putri tersebut.
Dengan apa yang dilakukannya, sang Putri merasa sangat berdosa dan menyesal. Keinginannya untuk tidak naik tahta semakin kuat.
Setelah mendengar kabar kematian Lembu Suro dan Mahesa Sura ini, datang lagi seorang ksatria dari Ponorogo yang berniat untuk meminang Putri Sangramawijaya Tunggadewi.
Lagi-lagi sang Putri mengisyaratkan permintaan yang cukup berat untuk bisa meminangnya.
Sang putri meminta satu hewan dengan dua kepala dan diiringi 7 kuda kembar.
Nampaknya sang ksatria ini bisa mewujudkan permintaan itu. Dipenuhilah keinginan sang putri.
Melihat hal ini, sang putri kembali menyusun siasat agar pinangan ini gagal.
Rombongan ksatria ini dihadang di tengah hutan, dirampok dan dibunuh dengan cara dipenggal. Konon kisah ini menjadi awal munculnya Reog Ponorogo.
Tipu daya yang sudah dilakukan Putri Sangaramawijaya Tungga Dewi semakin membuat rasa bersalah dan penyesalannya bertambah.
Seiring kepergian sang Prabu Airlangga untuk menjadi pertapa, sang putri pun turut menepi dari hingar bingar dunia.
Sang putri kemudian bertapa di Goa Selomangleng yang ada di lereng gunung Klotok, dan mengubah namanya menjadi Dewi Kilisuci.