Cabai Rawit-Bawang Merah Dorong Kota Kediri Deflasi, Lebih Rendah dari Provinsi

Kediri Dalam Berita | 07/09/2022

Cabai Rawit-Bawang Merah Dorong Kota Kediri Deflasi, Lebih Rendah dari Provinsi  

Selasa, 06 September 2022 - 21:28 |  13.22k
 

Cabai Rawit-Bawang Merah Dorong Kota Kediri Deflasi, Lebih Rendah dari Provinsi  salah satu pedagang memilih cabai di pasar kota Kediri (FOTO: Yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Masuknya musim panen bagi komoditas cabai rawit dan bawang merah di beberapa daerah, mendorong Kota Kediri mengalami deflasi sebesar -0,01 persen dan lebih rendah dibanding dengan capaian Nasional dan Jawa Timur, bahkan terendah di Jawa Timur.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Nasional sendiri mengalami deflasi, yakni sebesar -0,21 persen, sementara Provinsi Jawa Timur yang mengalami inflasi sebesar 0,09 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Lilik Wibawati menjelaskan sepuluh komoditas yang menghambat inflasi tersebut antara lain cabai rawit menyumbangkan deflasi sebesar -0,277 persen, bawang merah sebesar -0,107 persen, daging ayam ras sebesar -0,099 persen, cabai merah sebesar -0,070 persen, minyak goreng sebesar -0,037 persen. Kemudian tomat sebesar -0,015 persen, bawang goreng sebesar -0,014 persen, terong sebesar -0,012 persen, semangka sebesar -0,011 persen dan tarif kereta api juga menyumbangkan deflasi sebesar -0,010 persen.

Sementara sepuluh komoditas penyumbang inflasi antara lain Sekolah Menengah Atas menyumbangkan inflasi sebesar 0,116 persen, Sekolah Dasar sebesar 0,099 persen, beras sebesar 0,070 persen. Kemudian akademi/perguruan tinggi sebesar 0,045 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,044 persen, telur ayam ras sebesar 0,037 persen, emas perhiasan sebesar 0,031 persen. Dan ayam goreng sebesar 0,020 persen, ikan lele sebesar 0,017 persen, serta kacang panjang juga menyumbangkan inflasi sebesar 0,017 persen.

"Ada beberapa hal yang patut diwaspadai masyarakat Kota Kediri pada bulan September mendatang seperti penyesuaian harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar. Selain itu, cukai rokok mengalami kenaikan yang berimbas pada harga rokok setiap bulan selama setahun. BMKG juga memprediksi Bulan September Indonesia memasuki musim penghujan, yang mana dapat berimbas pada penurunan pasokan komoditas pangan tertentu," jelas Lilik, Selasa, (6/9/2022). 

Sementara itu, Kepala Bappeda sekaligus Koordinator Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri Chevy Ning Suyudi menyampaikan bahwa pada bulan Agustus terjadi penurunan harga yang sangat tajam pada volatile foods (makanan, minuman, dan tembakau) setelah di Bulan Juli ada kenaikan di harga telur dan cabai.

“Di bulan sebelumnya ada kenaikan harga telur dan cabai, kalau Bulan Agustus sudah memasuki masa panen di beberapa daerah sehingga harga di pasaran bisa turun,” ujarnya.