Salah satu peternakan sapi di Kota Kediri. (Foto: Yobby/TIMES Indonesia)
TIMESINDONESIA, KEDIRI – Untuk membantu pemulihan dan juga antisipasi hewan ternak dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), para peternak di Kota Kediri mendapat bantuan obat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Timur. Obat-obatan tersebut diterima Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kota Kediri beberapa waktu lalu. Obat tersebut terdiri dari antibiotik dan vitamin.
"Obat ini lebih difokuskan pada penanganan PMK, mulai dari pencegahan sampai pengobatan. Pengobatan dalam artian karena PMK belum ada obatnya jadi ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh hewan ternak yang terinfeksi. Untuk jumlahnya sendiri
sudah ada hitungannya dari provinsi, harapannya ini bisa mencukupi sampai di akhir tahun ini," tutur Kepala DKPP Kota Kediri M Ridwan saat dihubungi, Selasa (30/08/2022).
Obat-obatan dari DKPP Jatim, menjadi penunjang obat dan vitamin yang sebelumnya telah dianggarkan DKPP Kota Kediri melalui belanja tak terduga. Dalam sepekan terakhir, penyebaran PMK di Kota Kediri sudah semakin melandai dengan tidak ada penambahan kasus baru. Sampai dengan 23 Agustus kemarin, dari total 345 ekor hewan ternak yang positif PMK, 74 diantaranya masih belum sembuh dan enam ekor mati.
"Yang mati kebetulan ada enam ekor kambing. Karena kambing ini gejalanya itu kurang begitu nampak. Tapi ketika dia sudah terkena, agak sulit karena susah untuk diberi asupan makanan. Lebih sulit memberi asupan makanan kepada kambing daripada sapi," tambah Ridwan lagi.
Sebaran kasus tertinggi ada pada wilayah Kecamatan Pesantren, kemudian menyusul di Kecamatan Mojoroto dan terakhir di Kecamatan Kota.
Untuk vaksinasi sendiri, per tanggal 23 Agustus, yang sudah mendapatkan dua kali vaksin ada lebih dari 200 ekor, sementara untuk baru sekali sekitar 700 ekor. Ridwan mengungkapkan vaksinasi pertama sampai kedua idealnya berjarak satu bulan, Kedua sampai ketiga enam bulan, dan ketiga sampai keempat enam bulan atau setahun.
"Setidaknya dua kali vaksin ini sudah cukup lama untuk bisa melindungi. Tapi karena ternak dibudidayakan dan bertambah populasinya mungkin masih ada program vaksinasi untuk jadi vaksinasi berkelanjutan. Yang diutamakan daerah yang hijau (rendah PMK), dan harapannya seluruh ternak harus divaksin terutama yang sehat dulu," pungkasnya.