Operasi Pasar Beras dan Telur TPID Kota Kediri di Stadion Brawijaya Masih Diminati Masyarakat

Kediri Dalam Berita | 30/08/2022

Surya.co.id

Operasi Pasar Beras dan Telur TPID Kota Kediri di Stadion Brawijaya Masih Diminati Masyarakat

Senin, 29 Agustus 2022 18:34
Penulis: Didik Mashudi | Editor: irwan sy
 
didik mashudi/surya.co.id
 
Operasi Pasar yang digelar TPID Kota Kediri di depan Stadion Brawijaya, Kota Kediri masih diminati masyarakat, Senin (29/8/2022). 
 

Berita Kediri

SURYA.co.id | KEDIRI - Operasi Pasar kedua yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri masih diminati masyarakat yang membeli dua komoditi beras medium dan telur, Senin (29/8/2022).

Namun jumlah masyarakat yang antre pada Operasi Pasar kali ini tidak sebanyak dibandingkan dengan Operasi Pasar pertama pada Jumat (26/8/2022) lalu yang langsung diserbu pembeli.

Seperti kegiatan Operasional Pasar di depan Stadion Brawijaya para pembeli datang silih berganti tidak sampai terjadi antrean panjang yang mengular.

Selain di depan Stadion Brawijaya, kegiatan Operasi Pasar di Kota Kediri juga digelar di Bundaran Sekartaji dan depan Stadion Gajahmada Pesantren.

Jika pada Operasi Pasar pertama dua komoditi dengan cepat terjual habis dalam waktu satu jam, kali ini pembeli tidak sampai antre.

Bahkan setelah dua jam kegiatan berlangsung baru sebagian beras dan telur yang terbeli.

Salim Darmawan, Kabid Perdagangan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kediri menjelaskan, pada kegiatan Operasi Pasar kali ini masih menyediakan dua komoditas yakni beras dan telur.

Namun jumlah kedua komoditi yang disiapkan telah ditambah, untuk beras sebanyak 4,5 ton dan telur ayam ras satu ton.

 

Harga kedua komoditi masih sama dengan kegiatan operasi pasar pertama yakni beras medium yang disiapkan Perum Bulog Kediri dijual Rp 41.500 per 5 kg dan telur dijual Rp 25.000 per kg.

"Amino masyarakat masih cukup tinggi terlihat di tiga lokasi operasi pasar Kecamatan Pesantren dan Mojoroto. Diharapkan dampaknya bagus untuk pengendalian inflasi pangan di Kota Kediri," jelasnya.

Setelah dua kali dilakukan operasi pasar, Pemkot Kediri bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kediri bakal dilakukan evaluasi.

"Apabila nanti harga masih dirasakan mahal, tidak tertutup kemungkinan dilakukan operasi pasar lagi," jelasnya.