BIAN, Capaian Imunisasi MR di Kota Kediri 95 Persen

Kediri Dalam Berita | 24/08/2022

logo

BIAN, Capaian Imunisasi MR di Kota Kediri 95 Persen

- Selasa, 23 Agustus 2022 | 21:27 WIB
Seorang anak menangis ketika akan diberikan imunisasi. (dok.Bayu/Memo)
X
 
Seorang anak menangis ketika akan diberikan imunisasi. (dok.Bayu/Memo)
 

Kediri, koranmemo.com - Capaian imunisasi pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kota Kediri terus dikejar oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Kasi Surveylan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Kediri Meylany Rosa Puspita mengatakan, capaian imunisasi MR (Measles Rubella) telah mencapai 95 persen.

“Untuk capaian imunisasi kejar mencapai 80 persen dari sasaran 12.470 balita di Kota Kediri. Sehingga masih ada 9.976 balita yang belum di imunisasi Kejar,” ujarnya, Selasa (23/8).

Imunisasi MR ini memang diberikan tanpa melihat status imunisasi anak sebelumnya. Sementara imunisasi kejar dimaksudkan untuk melengkapi imunisasi anak yang terlewat, sehingga dilengkapi pada saat BIAN ini.

“Tentunya semua imunisasi ini untuk kekebalan tubuh anak tercapai secara komunal,” ujarnya,

Sebelumnya, capaian imunisasi anak di Kota Kediri sempat terdampak akibat adanya pandemi Covid-19. Dengan terbatasnya layanan posyandu, menyebabkan tren imunisasi balita menjadi menurun. Seiring dengan hal itu, kasus campak di Kota Kediri juga meningkat sebanyak 50 kasus, padahal sebelum pandemi nihil kasus campak yang dialami anak.

“Campak, rubela, dan difteri termasuk penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima mengatakan, sejak pandemi capaian imunisasi ini menurun jadi 45 persen, karena banyak posyandu tutup tidak melakukan aktivitas. “Sekarang upaya kami untuk mencapai target dengan mengaktifkan kembali puskesmas dan posyandu, sehingga kami opstimis pada bulan ini target bisa tercapai,” ungkapnya.

Penyakit campak sendiri termasuk penyakit yang sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi berat pada anak. Dengan daya tular yang tinggi, satu orang anak yang tertular berpotensi menginfeksi 12-18 orang anak lainnya.

Umumnya, anak di bawah 5 tahun dan orang dewasa di atas 30 tahun memiliki risiko mengalami komplikasi serius. Terlebih pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi, status gizi tidak baik, kekurangan vitamin A, dan daya tahan tubuh lemah akibat infeksi lain. Sementara pada ibu hamil, campak dapat mengakibatkan bayi mengalami kelainan bawaan saat lahir.

“Komplikasi yang terjadi bisa berakibat fatal. Misalnya, infeksi otak (ensefalitis), infeksi paru (pneumonia), diare, hingga dehidrasi berat, dan infeksi telinga,” Ujar Fauzan.

Oleh karena itu, menurutnya satu-satunya upaya terbaik untuk terhindar dari penyakit campak adalah dengan imunisasi. Perlindungan yang diberikan memang tidak bisa 100 persen namun dapat menciptakan kekebalan pada tubuh anak sehingga bisa menurunkan risiko sakit campak dan risiko terjadinya komplikasi serius akibat campak.

 

Reporter : Ahmad Bayu Giandika

Editor : Achmad Saichu