Antisipasi Genangan Saat Hujan, Kapasitas Saluran Air di Kota Kediri Diperkuat

Kediri Dalam Berita | 22/08/2022

Antisipasi Genangan Saat Hujan, Kapasitas Saluran Air di Kota Kediri Diperkuat

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 22:09 |  10.91k
 

Antisipasi Genangan Saat Hujan, Kapasitas Saluran Air di Kota Kediri DiperkuatSalah satu lokasi pemasangan box culvert di Kota Kediri. (Foto: Yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Mengantisipasi genangan air, di empat titik ruas jalan Kota Kediri yang menjadi langganan genangan air ketika hujan dipasangi box culvert. Keempat titik itu berada di jalan Pattimura sepanjang 260 meter, Jalan Kyai Mojo sepanjang 80 meter, Jalan Pemuda 12 meter, dan terakhir jalan Tembus Kaliombo sepanjang 300 meter. 

Pada setiap titik ruas jalan, dipasangi box culvert dengan ukuran lebih lebar dari sebelumnya,  untuk memperkuat kapasitas daya tampung saluran air. Untuk di Jalan Pemuda lebar awal saluran air 80 x 80 cm, diperbesar menjadi 1 x 1 meter, untuk di jalan Pattimura menjadi 1,2 meter x 1,5 meter. Sedangkan di jalan Kiai Mojo awalnya 60 x 60 cm, dilebarkan menjadi 80 x 80 cm.

Sementara untuk jalan Tembus Kaliombo yang awalnya 60 x 60 cm dilebarkan jadi 1x1 meter. "Dengan memperbesar kapasitas tampung, saluran, air diharapkan bisa lebih lancar sampai ke sungai Brantas," tutur Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri I Made Dwi Permana, saat dihubungi Sabtu, (20/08/2022). 

Dengan penguatan kapasitas saluran air ini diprediksi mampu mengurangi 60-70 persen genangan. Dari empat titik ruas jalan tersebut, tiga diantaranya sudah mulai dikerjakan sejak bulan Juni dan sebagian akan selesai pada bulan Agustus. Sementara satu titik lainnya, yakni di jalan Tembus Kaliombo baru akan dikerjakan pada awal September nanti.  

Selain di empat titik tersebut, memang ada sejumlah titik ruas jalan yang juga sering jadi langganan genangan. Dimana, menurut I Made Dwi Permana, genangan rata-rata terjadi karena saluran air tersumbat oleh sampah. Sampah-sampah itu sendiri kebanyakan tersangkut di kabel fiber optik yang melintang saluran air. Pemasangan box culvert ini, ditambahkanya, juga sekaligus untuk menata kabel-kabel fiber yang ada di dalam saluran. 

"Sampah-sampah, ranting pohon, dan bambu itu yang biasa membuat saluran air terhambat. Ketika sampah sudah diangkat langsung lancar lagi. Juga banyak kita temui dalam pengerjaan box culvert, sampah tersangkut kabel. Kepada provider atau pemilik kabel kita komunikasikan. Untuk kabel yang masih melintang di saluran, kita minta mereka melakukan relokasi biasanya untuk naik atau jika memang tetap di saluran kita minta untuk dipasang menempel di dinding saluran," tegas I Made Dwi Permana terkait upaya mengantisipasi genangan air di ruas jalan Kota Kediri.