Kediri (beritajatim.com) – Seluruh alemen masyarakat di Lingkungan Krajan, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke77 di halaman Balai Kelurahan Tosaren. Mereka mengenakan kostum-kostum daerah.
Yang menarik dari upacara kemerdekaan RI, seorang Veteran menjadi inspektur upacara. Dalam amanatnya, Veteran berusia 77 tahun tersebut menghadirkan cerita-cerita perjuangan untuk para generasi muda.
Seorang Veteran Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur. Tentara yang pernah turut dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia tahun 1964-1966 di Kalimantan. Pejuang di masa ini dikenal dengan Veteran Pembela Dwikora.
Dalam amanatnya, Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur, warga asli Tosaren itu menghadirkan cerita-cerita perjuangan, pembentukan Pembela Tanah Air (PETA) sebagai cikal bakal TNI, Kemerdekaan, termasuk resolusi jihad Bung Tomo bersama arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945.
Cerita ini dihadirkan untuk memberikan semangat kepada generasi muda agar memahami dan melestarikan perjuangan para pahlawan.
“Nilai-nilai kejuangan ini harus dipahami, dimengerti dan dilestarikan oleh generasi muda. Jangan sampai tergerus oleh budaya barat,” kata Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur.
Lebih lanjut menurut, Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur, generasi penerus harus bangkit lebih kuat sekuat pahlawan bangsa. Karena mereka dulu berjuang untuk merdeka dengan berdarah-darah mengorbankan nyawa.
Yang menarik, meski sudah berusia 77 tahun, namun Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur terlihat masih sangat kuat. Dia mampu berdiri lebih dari satu jam selama upacara itu berlangsung.
Sementara itu, M Istiajid ketua panitia mengatakan, upacara ini diselenggarakan murni dari ide dan swadaya masyarakat, yang ingin menghadirkan semangat baru untuk bangkit. Mereka pun cukup antusias mengikuti upacara ini dengan khidmat.
Termasuk seluruh petugas upacara yang merupakan warga setempat. Mereka dilatih oleh Baninsa selama berminggu-minggu.
“Idenya dari masyarakat langsung, mereka menginginkan adanya upacara bendera, setelah 2 tahun adanya pandemi, baru kali ini bisa dilaksanakan kembali,” tandas Istiajid.

