Bersepeda 286 KM dari Malang ke Banyuwangi, Istri Wali Kota Kediri Jadi Perempuan Pertama Tur JFZ

Kediri Dalam Berita | 16/08/2022

Surya.co.idBersepeda 286 KM dari Malang ke Banyuwangi, Istri Wali Kota Kediri Jadi Perempuan Pertama Tur JFZ

Senin, 15 Agustus 2022 20:07
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
 
surya.co.id/didik mashudi
 
Istri Wali Kota Kediri, Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar menjadi peserta perempuan pertama di estafet Journey From Zero (JFZ) mengayuh sepeda dari titik 0 Kota Malang menuju Kota Banyuwangi. 
 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Turing bersepeda dengan misi 'Indonesia Menuju Nol Emisi Karbon' berlanjut dari Kota Malang menuju Banyuwangi dengan jarak tempuh 286 KM. Yang membanggakan, Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar menjadi peserta perempuan pertama yang mengikuti estafet bertajuk Journey From Zero (JFZ) tersebut, Senin (15/8/2022).

Istri Wali Kota Kediri tersebut berangkat mengayuh sepeda dari titik 0 Kota Malang menuju Kota Banyuwangi. Lokasi titik 0 Kota Malang berseberangan dengan Alun-alun Kota Malang menuju Banyuwangi.

Bunda Fey, sapaan akrab Silviana mengungkapkan syukur karena bisa bergabung dalam kegiatan ini. "Saya menjadi rider etape ke-11 dari campaign #JourneyFromZero," ungkap Bunda Fey.

Event JFZ merupakan proyek kolaboratif PT Rimba Makmur Utama (RMU), pemilik dan pengelola inisiatif restorasi ekosistem Katingan Mentaya Project, dan Athletica Company (Athletica), perusahaan di industri olahraga.

Aksi ini mengajak masyarakat untuk mengurangi emisi karbon, melalui kegiatan bersepeda dengan mengayuh satu sepeda oleh 12 pesepeda secara bersambung atau estafet. Upaya ini untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengurangi jejak karbon bagi generasi muda.

Langkah ini menjadi bagian dari kampanye #BirukanLangit yang mengusung tema Dari Titik Nol Indonesia Menuju Nol Emisi Karbon.

Bunda Fey mengaku sebagai sebuah kebahagiaan tersendiri baginya bisa menjadi bagian dari perjalanan ini. "Bukan hanya karena saya perempuan. Lebih dari itu, karena kampanye lingkungan ini punya makna terlalu besar," ungkapnya.

Setelah sampai di Banyuwangi, perjalanan estafet akan dilanjutkan oleh Anne Luntungan menuju Bali.
Program bersepeda jarak jauh ini diawali dari Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, menuju Kota Denpasar, Bali dengan sepeda yang dilakukan secara estafet oleh 12 pesepeda.

Kegiatan ini dilanjutkan mengayuh dari Bali ke seluruh Indonesia. Misi dilakukan selama maksimal tujuh hari di setiap rute para pesepeda. Program ini ditujukan untuk menyebarkan kesadaran akan kualitas udara Indonesia dengan bersepeda. "Pasti seru sekali aksi #BirukanLangit melalui perjalanan yang akan saya tempuh ini," ungkapnya.