
Kediri, koranmemo.com - Bea Cukai bersama Pemkot Kediri mensosialisasikan gempur rokok ilegal dengan mengadakan pagelaran dan bursa keris di Kediri Town Square.
Selain keris, pada acara ini juga digelar pameran lukisan yang diselenggarakan mulai 5 Agustus - 7 Agustus 2022.
Oentarto Wibowo Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jatim 2 mengatakan, dirinya mengapresiasi Pemkot Kediri atas terselenggaranya kegiatan ini.
Dikatakan, dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kesejahteraan rakyat yang berhubungan dengan industri rokok.
"Pesan yang ingin kami sampaikan di dalam acara ini adalah bagaimana masyarakat untuk menghindari mengkonsumsi rokok ilegal. Paling mudah, rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai," ujarnya.
Kota Kediri sendiri termasuk dalam wilayah dengan risiko yang kecil dibandingkan dengan kabupaten kota lain di Jawa Timur.
Menurutnya, ini adalah hasil kinerja yang baik dari pemerintah daerah dan jajaran aparatur penegak hukum dalam memberantas rokok ilegal selama ini.
Ia menjelaskan, ada banyak kerugian yang akan diderita dengan mengkonsumsi rokok ilegal.
Dikatakan, rokok ilegal lebih berbahaya karena tidak melalui proses perizinan dan pemeriksaan, sehingga tidak diketahui pasti berapa kadar nikotinnya dan tarnya.
Selain itu, lanjutnya, karena tidak membayar cukai dan PPn, penerimaan negara, berkurang, sehingga yang kembali ke daerah juga semakin berkurang.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, keris merupakan budaya dari nenek moyang yang perlu untuk dilestarikan.
Untuk itu acara pagelaran dan bursa keris ini bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk mempelajari keris.
"Setidaknya generasi muda mengetahui keris ini bentuk teknologi yang dimiliki nenek moyang kita, yaitu metalurgi. Zaman dulu nenek moyang kita sudah bisa mengolah logam menjadi senjata pusaka," ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Jumat (5/8).
Ia menjelaskan, keris ini adalah senjata nenek moyang serta budaya yang telah diakui oleh UNESCO pada tahun 2005 lalu. Keris memiliki bentuk yang unik di
Sehingga ini merupakan budaya yang perlu dilestarikan dan anak muda harus tau, mulai dari bagaimana bentuknya, warnanya, hingga cara pembuatannya.
Reporter: Ahmad Bayu Giandika
Editor: Achmad Saichu