
Kediri, koranmemo.com - Pemerintah telah mewacanakan adanya vaksinasi dosis keempat atau booster kedua. Terkait hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait pelaksanaannya.
Kepala Dinkes Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, pihaknya belum menerima arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pelaksanaan vaksinasi booster kedua ini. “Kami di daerah masih menunggu dulu, tidak boleh mengawali,” ungkapnya, Kamis (28/7).
Ia menambahkan, Kemenkes memang telah mewacanakan vaksinasi tersebut. Rencananya vaksinasi tersebut akan diberikan kepada kelompok rentan. Saat ini, wacana tersebut juga masih dikaji untuk siapa saja yang yang boleh dan tidak menerima booster kedua ini.
“Tentunya kami akan mengikuti aturan apapun yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Kami di daerah hanya pelaksana saja, nanti kami lihat lagi,” ujarnya.
Untuk capaian vaksinasi dosis ketiga di Kota Kediri sendiri telah mencapai 35,39 persen. Fauzan juga mengimbau kepada masyarakat agar segera melakukan vaksinasi secara lengkap, hingga dosis ketiga.
Vaksinasi ini merupakan cara yang ditempuh untuk menekan angka kasus yang lebih tinggi lagi. Dengan vaksin, tubuh seseorang akan mengalami peningkatan daya tahan tubuh, oleh karena itu vaksinasi ini sangat penting.
Ia meminta, masyarakat yang telah melakukan vaksinasi booster juga diperlukan untuk mengajak masyarakat yang lain. Partisipasi dengan memberikan edukasi ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan capaian vaksinasi booster yang akan berujung kepada pemulihan kondisi di Kota Kediri.
“Kerjasama dilakukan oleh semua pihak terkait, hingga tingkat puskesmas, dan gerai-gerai pusat keramaian di Kota Kediri,” ujarnya.
Saat ini, kegiatan yang mengumpulkan massa masih bisa dilakukan di Kota Kediri. Hal tersebut dengan catatan masing-masing orang tetap menjaga protokol kesehatan dan menggunakan masker. Menurutnya, pemakaian masker tidak akan menghalangi roda perekonomian di Kota Kediri.
“Semua bisa berjalan normal. Apalagi untuk acara yang mendatangkan kerumunan dengan melibatkan pelaku ekonomi, tidak menjadi masalah,” pungkasnya.