

AGTVnews.com - Pemerintah Kota Kediri menambah sekolah inklusi yang ada di wilayahnya, yakni SMP Negeri 9 Kediri.
SMP Negeri 9 ini dibangun di lahan milik pemerintah Kota Kediri yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai perumahan bagi Persik Kediri.
Pembangunan SMP Negeri 9 ini nantinya dibangun di Lingkungan Dadapan, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren.
Pembangunan SMP Negeri 9 Kediri ini adalah wujud komitmen kuat Pemerintah Kota Kediri terhadap pendidikan.
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengungkapkan pembangunan SMPN 9 ini menambah sekolah inklusi di Kota Kediri setelah SMPN 1, SMPN 5 dan SMPN 8.
Di sekolah inklusi semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus dapat beradaptasi dan menerima pendidikan sebaik mungkin.
Saat ini, SMPN terbanyak berada di Kecamatan Kota dengan jumlah 4 sekolah. Di Kecamatan Mojoroto ada 3 sekolah sedangkan, di Kecamatan Pesantren hanya memiliki 1 SMP negeri yakni, SMPN 5 yang hanya bisa menampung sekitar 340 peserta didik baru.
Dibandingkan jumlah lulusan SD di Kecamatan Pesantren sekitar 1.300 anak, daya tampungnya masih kurang sehingga dibutuhkan SMPN baru di wilayah Kecamatan Pesantren.
"Kita berikhtiar ingin meningkatkan layanan pendidikan di Kota Kediri yang unggul. Mudah-mudahan dengan dibangunnya SMPN 9 ini bisa mengurangi disparitas layanan pendidikan yang ada di Kecamatan Pesantren. Siswa dari wilayah Kecamatan Pesantren bisa memilih ke SMPN 5 atau SMPN 9 bila memilih jalur zonasi," ungkapnya.
Saat ini SMPN 9 sudah menerima siswa baru dan kegiatan belajar mengajar sudah berjalan. Untuk sementara 150 siswa yang dibagi kedalam 5 kelas ini masih dititipkan di SMPN 5 Kota Kediri.
Pembangunan SMPN 9 ini dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama ditargetkan selesai pada tahun 2022 ini.
"Nanti tahun depan kita akan bangun lagi. Fasilitas yang ada di SMPN 9 ini nanti komplit. Kita buat lebih oke dan ada metode baru. Semoga bisa jadi salah satu sekolah unggulan di Kota Kediri," harapnya.
Hari ini, wali kota melakukan ground breaking dan melakukan peletakan batu pertama.