
Kediri, koranmemo.com - Memasuki tahun ajaran baru 2022/2023 beberapa sekolah dasar (SD) di Kota Kediri mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, Senin (18/7).
Kendati demikian tidak semua kelas di Kota Kediri menggunakan Kurikulum Merdeka tetapi masih dibatasi di kelas 1 dan kelas 4 saja.
Kepala Sekolah SDN Jamsaren 1 Kota Kediri, Tri Estikoma menjelaskan, ada tiga opsi dalam Kurikulum Merdeka, yakni Merdeka Belajar, Merdeka Berubah, dan Merdeka Berbagi.
Beberapa sekolah yang belum mengenal sama sekali, kata dia, akan menerapkan opsi Merdeka Belajar.
Sementara sekolah yang sudah pernah menyesuaikan akan menerapkan opsi Meredeka Berubah, dan sekolah yang sudah mapan menerapkan Merdeka Berbagi.
“Kalau sekolah penggerak yang secara pendidikan lebih maju menggunakan Merdeka Berbagi,” kata Tri Estikoma, Senin (18/7).
“Sekolah ini membagikan bagaimana penerapan kurikulum terbaik bagi pendidikan anak. Sementara ini di SDN Jamsaren 1 menggunakan Merdeka Berubah,” katanya.
Perempuan yang juga menjadi Pelaksana tugas (Plt) Kepala SDN Betet 3 itu menyebut, ada beberapa perbedaan antara kurikulum 2013 (K13) serta Kurikulum Merdeka.
“Jika K13 menggunakan tematik, kalau Kurikulum Merdeka lebih berdasarkan Mata Pelajaran (mapel),” tambah dia.
Ada beberapa mapel yang berbeda jika dibandingkan dengan K13, seperti penggabungan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada kelas.
“Selain itu Bahasa Inggris yang dulu masuk ekstrakurikuler sekarang menjadi seperti Bahasa Daerah yang ada dalam muatan lokal,” imbuh Esti, saat ditemui di SDN Betet 3.
Karena baru pertama menggunakan Kurikulum Merdeka di kelas 1 dan 4, dia mengaku masih belum menemui kesulitan saat mengimplementasikan kurikulum.
Tetapi dia cukup antusias dengan kurikulum baru ini karena ada pembaruan yang diyakini bisa memperbaiki mutu pendidikan.
“Karena masih awal memang lebih bisa menjelaskan bagaimana implementasi. Kami seperti meraba-raba. Tapi suka, yakni TRL, tidak mengajarkan anak sesuai kelas, tetapi sesuai tingkatan,” paparnya.
Dalam Kurikulum Merdeka ini menuntut guru memberikan pelajaran khusus bagi anak yang masih tertinggal pelajaran.
Dia mencontohkan, jika ada anak kelas 1 yang masih belum bisa baca tulis maka akan disendirikan dengan teman-temannya agar bisa mengejar ketertinggalan.