Sebuah bus melintas di Jembatan Bandar Ngalim, Kota Kediri. Jembatan ini bakal dibongkar dan dibangun ulang mulai akhir tahun nanti. (Foto: Yobby/ TIMES Indonesia)
TIMESINDONESIA, KEDIRI – Jembatan Bandar Ngalim, salah satu jembatan penghubung antar wilayah timur dan barat kota Kediri tahun ini dijadwalkan untuk rekonstruksi. Selama proses pembangunan, nantinya kendaraan penumpang umum, terutama bis akan dialihkan ke Terminal Lama Kota Kediri yang berada di jalan Kapten Tendean, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren.
Untuk diketahui untuk saat ini, bus yang melintas di Kota Kediri diharuskan untuk masuk ke Terminal Tamanan, Kota Kediri yang berada kurang lebih 2,8 km sebelah barat jembatan Bandar Ngalim. Sementara Terminal Lama, yang sekarang berfungsi sebagai Terminal Angkutan Barang atau Pelataran Parkir Mobil Barang , berada kurang lebih 3,5 km sebelah timur jembatan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Didik Catur melalui Kabid Manajemen Lalu Lintas Yoga Nofinta Eka mengungkapkan pemanfaatan Terminal Lama sendiri dilakukan karena rute jalur bus yang melintas di Kota Kediri juga akan berubah untuk sementara, selama jembatan dibangun.
Dishub Kota Kediri bersama Satlantas Polres Kediri Kota, sendiri akan menerapkan rekayasa lalu lintas sementara mulai sekitar awal Desember 2022 nanti hingga Oktober 2023. Nantinya akan dibuka sebuah posko khusus bagi armada bus antar kota yang melintas di terminal sementara itu.
"Nanti mungkin ada terminal sementara. Titik lokasi di Terminal lama atau di PPMB, jadi terminal sementara selama proses jembatan dibongkar," kata Yoga Nofinta Eka, Senin (11/07/2022).
Selain memanfaatkan Terminal Lama Kota Kediri, nantinya Dishub Kota Kediri akan memasang sejumlah rambu-rambu alternatif sesuai dengan penerapan rekayasa lalu lintas sementara.
"Pengalihan rute dilakukan selama pengerjaan jembatan kurang lebih selama satu tahun. Nanti kita ada sosialisasi, kita juga akan komunikasi sama teman-teman dari PU pusat," tambah Yoga lagi.
Perbaikan jembatan Bandar Ngalim sendiri akan menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali. Beberapa waktu lalu PT Bukaka Inti Utama yang bertanggung jawab untuk pengerjaan proyek Jembatan Bandar Ngalim, juga telah melakukan sejumlah sosialiasi kepada masyarakat.
Menurut rencana jembatan Bandar Ngalim akan diperlebar dari yang awalnya 7 meter menjadi 13 meter serta bertambah menjadi 4 jalur.