Pemkot Kediri Siapkan Kredit untuk Pengembangan PKL, OJK : Bunga 2 Persen Terendah di Indonesia

Kediri Dalam Berita | 08/07/2022

Surya.co.idPemkot Kediri Siapkan Kredit untuk Pengembangan PKL, OJK : Bunga 2 Persen Terendah di Indonesia

Kamis, 7 Juli 2022 21:52
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
 
surya.co.id/didik mashudi
 
Puluhan PKL mengikuti sosialisasi Kredit Usaha Melayani Warga (Kurnia) di Ruang Joyoboyo Pemkot Kediri, Kamis (7/7/2022). 
 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Kediri menggelar sosialisasi Kredit Usaha Melayani Warga (Kurnia) di Ruang Joyoboyo Pemkot Kediri, Kamis (7/7/2022).

Kurnia merupakan program dana bergulir bagi pelaku usaha di Kota Kediri yang dipinjamkan dan dikelola untuk modal usaha. Sosialisasi dilakukan agar penyerapan dan manfaatnya tepat sasaran.

Sosialisasi itu mendatangkan 50 orang pedagang kaki lima (PKL) dengan narasumber dari Dinkop UMTK yang memaparkan tentang Pengenalan Kurnia. Dan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri menjelaskan pengurusan nomor induk berusaha (NIB).

Bagi pelaku usaha mikro yang mengurus Kurnia, salah satu persyaratan yang wajib dicantumkan yaitu legalitas usaha atau NIB. Untuk memberikan kemudahan dalam pengurusan NIB bagi peserta, sosialisasi itu menggandeng DPMPTSP yang memberikan pelayanan pengurusan NIB on the spot.

Ferry Djatmiko, Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang juga Ketua TPAKD Kota Kediri mengatakan, Kurnia adalah program Pemkot Kediri untuk membantu pemodalan bagi masyarakat yang memiliki usaha dengan bunga hanya 2 persen per tahun.

Selain untuk PKL, Kurnia bisa dinikmati oleh kelompok usaha yang lainnya. “Dengan sosialisasi kita berharap bisa menyerap dana Kurnia dengan baik. Persyaratannya, memang harus ada jaminan karena bentuk pertanggungjawaban dan sistemnya mengangsur per bulan," jelas Ferry.

Kredit Kurnia sangat murah dengan bunga dua persen. Pengurusan akan dibantu petugas Dinas Koperasi dan UMTK serta disalurkan lewat BPR Kota Kediri.

Untuk membangkitkan perekonomian di Kota Kediri, Pemkot Kediri berupaya melakukan beberapa langkah, salah satunya dengan pelonggaran kegiatan masyarakat.

“Hari Minggu kita mulai membuka Car free day yang sangat diminati tidak hanya warga kota, tetapi juga kabupaten. Terbukti baru pertama dibuka langsung full pengunjung. Ini salah satu untuk mewadahi khususnya pedagang agar bisa beraktifitas dan meningkatkan pendapatannya masing-masing,” jelasnya.

Sementara Bambang Supriyanto, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Kediri sekaligus Pembina TPAKD Kota Kediri menyampaikan, sosialisasi sejalan dengan rapat TPAKD yang menyepakati perlunya terobosan keuangan kepada masyarakat yang tergolong ekonomi mikro.

“Alhamdulillah Kurnia bunganya sangat rendah yaitu 2 persen setahun, bahkan bunga ini paling rendah se-Indonesia untuk pinjaman. Jadi saya harapkan upaya Pemkot Kediri melalui TPAKD dimanfaatkan untuk modal usaha agar usahanya berkembang. Artinya dagangannya makin meningkat dan tidak digunakan untuk konsumtif,” teran Bambang.

Bambang berpesan agar para pemohon modal itu menjaga kepercayaan dengan tertib angsuran dan mengajak peserta untuk ikut melakukan sosialisasi program ini ke masyarakat.

“Mari kita syukuri atas kemudahan pinjaman yang murah ini dengan menjaga kepercayaan, karena ini pinjaman, maka harus dikembalikan dengan tertib angsurannya agar program ini bisa terus berlanjut," terang Bambang.