Jelang Idul Adha, Pasar Hewan Kota Kediri Didominasi Kambing untuk Sapi Diwakili Blantik

Kediri Dalam Berita | 08/07/2022

logo

Jelang Idul Adha, Pasar Hewan Kota Kediri Didominasi Kambing untuk Sapi Diwakili Blantik

- Kamis, 7 Juli 2022 | 21:17 WIB
Suasana Pasar Hewan Kota Kediri yang didominasi kambing. (Bayu/Memo)
X
 
Suasana Pasar Hewan Kota Kediri yang didominasi kambing. (Bayu/Memo)
 

Kediri, koranmemo.com - Menjelang Idul Adha 1443 Hijriah, Pasar Hewan Kota Kediri didominasi oleh para penjual kambing. Tempat yang biasa diisi untuk mengikat sapi juga kosong, Kamis (7/7).

Pujiono, Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Ketahanan Pangan Pertanian (DKPP) Kota Kediri mengatakan, sejak pagi tidak ada sapi yang dibawa ke Pasar Hewan Kota Kediri. Pihaknya bersama BPBD Kota Kediri juga telah berjaga di pintu masuk pasar sejak pagi.

“Didominasi kambing, tidak ada sapi yang dibawa ke pasar, kemungkinan para peternak jadi lebih berhati-hati dengan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini,” ujarnya.

Berdasarkan catatan DKPP, sejak dibuka kembali baru ada dua sapi yang dibawa ke Pasar Hewan Kota Kediri. Hanya saja dua sapi itu kedapatan menunjukkan gejala PMK dan diminta untuk dibawa pulang, sehingga tidak menular ke hewan lainnya.

Pujiono mengungkapkan, meski tidak ada sapi namun transaksi jual beli sapi masih berlangsung di pasar. Para penjual sapi atau yang biasa disebut blantik masih datang ke pasar hewan untuk menjajakan sapinya.

“Mereka menjual melalui foto saja, ketika dirasa calon pembeli cocok baru diajak melihat langsung di kandang,” ujarnya.

Menurutnya, model berjualan seperti itu sudah baik, karena kontak antar sapi bisa semakin diminimalisir. Sehingga penularan virus PMK juga dapat semakin terminimalisir.

Sejak pembukaan kembali pasar hewan, penjagaan yang diterapkan sangat ketat. Petugas dari DKPP dan BPBD terus berjaga di pintu masuk. Ini dilakukan untuk mengecek kelengkapan surat dan kesehatan setiap hewan yang datang.

Petugas akan memberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) pada hewan yang telah dinyatakan sehat. Selain itu penyemprotan desinfektan juga terus dilakukan secara berkala oleh petugas.

Sementara itu, Gading salah satu pedagang mengatakan, di tengah pandemi ini harga jual hewan ternak masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja untuk peminatnya mengalami penurunan.

“Bisa dilihat, ini di pasar yang memenuhi hanya penjual, pembelinya sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, merebaknya kasus PMK ini telah menimbulkan kewaspadaan tersendiri kepada warga. Sehingga untuk penjualannya menurun hingga sekitar 30 persen ketika dibandingkan dengan tahun lalu.

 

Ia sendiri masih berharap, ada peningkatan penjualan dalam dua hari sebelum Idul Adha. Berdasarkan pengalamannya, masyarakat paling banyak membeli hewan untuk korban pada waktu tersebut.

 

Reporter : Ahmad Bayu Giandika

Editor : Achmad Saichu