Kediri (ANTARA) - Kantor Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, membekali stafnya dengan kemampuan public speaking sehingga mereka bisa lebih cakap dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. 

"Setiap hari rekan-rekan di kelurahan dan kecamatan pasti dihadapkan langsung dengan masyarakat. Entah itu untuk keperluan pengurusan administrasi tertentu atau sekedar untuk mendapatkan informasi mengenai suatu kebijakan. Tentu kecakapan dalam public speaking menjadi komponen utama dalam melayani masyarakat. Untuk itulah public speaking ini merupakan skill dasar yang harus dimiliki setiap staf pelayanan baik di kelurahan maupun kecamatan," kata Camat Pesantren Widiantoro di Kediri, Rabu. 

Ia juga mewanti-wanti bahwa masyarakat Kota Kediri itu sangat majemuk. Baik dari segi agama, kebudayaan dan sebagainya, pun juga karakter dari masing-masing masyarakat yang beragam. 

"Karakter antara satu orang dengan yang lain itu berbeda, jadi penting bagi kita untuk menempatkan diri dan menyesuaikan karakter masyarakat. Bagaimana pun kondisinya kita harus usahakan untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat dengan pelayanan yang ramah," kata dia. 

Andy Setiawan, narasumber dari kegiatan itu mengatakan seorang public speaker harus pandai menekan ego dan memperhatikan etika.

"Saat memberikan pelayanan pastikan fokus dengan tamu kita, layani dengan ramah meskipun tamu dalam keadaan emosi yang tidak stabil, selain itu pastikan kita melayani dengan tersenyum," kata Andy.

Ia juga mengatakan public speaking sebenarnya bukanlah ilmu yang susah, sebab hal tersebut sebenarnya sudah dilakukan sehari-hari. 

"Public speaking bukan merupakan ilmu yang susah, sehari-hari kita sudah terbiasa dengan public speaking, hanya yang diperlukan adalah menata dan memposisikan the way we talk based on the situation," ujar dia.

Kegiatan itu diikuti kasi pelayanan dan staf dari masing-masing kelurahan di wilayah Kecamatan Pesantren. Total ada 15 kelurahan di kecamatan ini.