
Kediri,koranmemo.com.com - Direktur Utama Persik Kediri, Rawindra Ditya tidak menargetkan prestasi tinggi pada Turnamen Pramusim yang dimulai Juli nanti.
Manajemen Persik Kediri menyambut baik hasil undian turnamen Piala Presiden yang menempatkan Macan Putih di grup D bersama tuan rumah Arema FC, serta Persikabo 1973 dan PSM Makassar.
Windra, sapaan Rawindra Ditya, mengatakan hasil undian yang dilakukan oleh PT LIB cukup memuaskan. Pesaing Persik Kediri di grup D menurutnya sangat kompetitif jika dilihat dari riwayat kompetisi musim lalu.
Selain itu akan ada Derby Jatim yang tersaji di sana. Arema FC merupakan rival Persik Kediri sejak era awal 2000-an. Pertemuan antara kedua tim selalu memperlihatkan pertandingan menarik.
“Semua tentunya tahu ada kisah antara Arema dan Persik Kediri. Karena itu saya berharap ajang ini dapat menjadi pembelajaran bagi banyak pemain kami yang masih berusia muda, terutama beberapa rekrutan baru,” katanya.
Dari turnamen nanti, Windra berharap Faris Aditama dan kawan-kawan dapat memaksimalkan ajang ini sebagai persiapan menghadapi perhelatan kompetisi Liga 1 Indonesia 2022/2023 yang akan digelar akhir Juli mendatang.
Meski tim sudah dipersiapkan secara matang, Windra tidak memberikan target khusus pada ajang pramusim ini. Karena target utama adalah peningkatan prestasi di Liga 1 Indonesia.
“Saya juga mengingatkan bahwa ini adalah turnamen pra-musim dan target kita sesungguhnya ada di kompetisi nanti," ungkapnya usai menghadiri acara undian turnamen Piala Presiden di Bandung, Minggu (29/5).
Sementara itu Pelatih Kepala Persik Kediri, Javier Roca menyadari betul bagaimana suasana rivalitas antar klub khususnya sesama Jatim.
Berbeda ketika melawan Persebaya Surabaya yang fansnya memiliki sejarah baik ketika dipertemukan. Saat melawan Arema FC tensi permainan dan antar pendukung juga tinggi.
Tekanan bertanding di luar kandang atau tempat netral akan sangat terasa ketika bertanding di Malang saat turnamen pramusim nanti. Tapi pada Derby Jatim nanti Javier Roca akan menjaga fokus pemain pada aspek teknis di lapangan hijau.
“Tentu ada manfaat buat pemain kami karena turnamen nanti akan dihadiri penonton atau supporter. Ada tekanan itu wajar,” kata Javier Roca.
“Tapi bagi saya adalah bagaimana mereka mampu memperlihatkan hasil latihan selama ini atau cara mereka memainkan skema taktik strategi yang saya inginkan,” ujarnya.
Meski tidak bertanding di kandang sendiri, Javier Roca tetap bersyukur mendapatkan venue pertandingan di Malang.
Sebab secara geografis jarak antara Kediri dan Malang bisa ditempuh selama dua sampai tiga jam perjalanan darat.
“Kami sangat bersyukur bisa main di Malang. Namun sebenarnya di manapun bermain, kami akan selalu siap dan perlu diingat ini adalah turnamen pra-musim,” jelasnya.