Antisipasi Penyebaran PMK di Wilayahnya, Pemkot Kediri Pastikan Tutup Pasar Hewan Selama 2 Pekan

Kediri Dalam Berita | 30/05/2022

logo

Antisipasi Penyebaran PMK di Wilayahnya, Pemkot Kediri Pastikan Tutup Pasar Hewan Selama 2 Pekan

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:40 WIB
Pemkot Kediri tutup pasar hewan di wilayahnya untuk mencegah penyebaran PMK. (Diskominfo Kota Kediri)
Pemkot Kediri tutup pasar hewan di wilayahnya untuk mencegah penyebaran PMK. (Diskominfo Kota Kediri)
 

 

AGTVnews.com - Pemerintah Kota Kediri memastikan untuk menutup sejumlah pasar hewan di wilayahnya selama 2 pekan.

Penutupan pasar hewan ini dilakukan pada hari ini, sabtu 28 Mei 2022 hingga 10 Juni 2022 mendatang.

Penutupan sejumlah pasar hewan di wilayah Kota Kediri ini sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi adanya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kota Kediri.

 
 

Direktur PD Pasar Kota Joyoboyo Kota Kediri, Ihwan Yusuf mengatakan bahwa penutupan selama 14 hari lantaran menyusul kebijakan penutupan pasar di wilayah sekitar Kota Kediri.

"Penutupan pasar hewan di wilayah tetangga seperti di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk sudah diputuskan. Meskipun di Kota Kediri belum didapati kasus positif namun jika pasar tidak ditutup dikhawatirkan pedagang-pedagang dari luar daerah Kota Kediri akan masuk ke Kota Kediri dan berpotensi menjadi penyebaran PMK di Kota Kediri,” ungkap Ihwan, Sabtu 28 Mei 2022.

"Apalagi di pasar hewan Kota Kediri yang berlokasi di jalan raung kelurahan Tamanan ini didominasi oleh sapi dan kambing yang mana sangat rentan terhadap virus PMK tersebut," imbuhnya.

Penutupan pasar hewan ini tidak dilakukan secara tiba-tiba. Sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi kepada sejumlah warga.

"Sejak sebelumnya kami sudah sosialiasikan rencana kebijakan penutupan sementara pasar hewan ini, terutama kepada para pedagang. Meskipun beberapa ada yang menolak namun kami terus berikan pemahaman bahwa hal ini merupakan langkah antisipatif guna mencegah penyebaran PMK di Kota Kediri terlebih jelang hari raya kurban tahun ini," jelasnya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus positif PMK di Kota Kediri.

Dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Pujiono mengatakan masih belum ada laporan yang masuk terkait PMK di Kota Kediri.

"Sempat ada laporan gejala yang mengarah ke PMK namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata negatif PMK. Sehingga sampai saat ini Kota Kediri masih aman dan kami berupaya untuk mempertahankan kondisi ini dan mencegah virus PMK masuk ke Kota Kediri," jelasnya.

Pujiono memberikan sejumlah tips bagi peternak untuk mencegah terjangkit PMK diantaranya:
1. Memperhatikan asupan makanan ternak
jika biasanya 1 bongkok bisa ditambah hingga 1,5 bongkok

2. Jangan lupa berikan multivitamin untuk menjaga daya tahan ternak seperti kunir, papaya dan jamu tradisional lain.

3. Hindari kunjungan dari kandang ke kandang sebab hal itu rawan dalam penyebaran PMK

"Meski virus ini tidak menular ke manusia, tapi manusia berpotensi menyebarkan virus tersebut ke hewan ternak mengingat penyebarannya pun juga sangat cepat. Jika ada satu ternak dalam satu kandang terkena sudah bisa dipastikan 1 kandang bisa terkena,” tuturnya.

Jika hewan mengalami gejala yang mengarah ke PMK maka langkah yang bisa dilakukan
1. Pemberian antibiotik, penurun panas, dan pereda rasa nyeri.
2. Bisa juga diberikan jamu tradisional, air gula
3. Jik tidak nafsu makan, bisa dengan cara diloloh agar asupan makanan dan nutrisi tetap terpenuhi.