Antisipasi Naiknya Permintaan Jelang Lebaran,Pemkot Kediri Salurkan Ribuan Kilogram Migor Curah untu

Kediri Dalam Berita | 25/04/2022

logo

Petugas saat menyalurkan minyak goreng curah ke jirigen pedagang. (bayu/memo)
X
 
Petugas saat menyalurkan minyak goreng curah ke jirigen pedagang. (bayu/memo)
 

Kediri, koranmemo.com - Pemerintah Kota Kediri menyalurkan 6.000 kilogram minyak goreng curah untuk pedagang Pasar Setono Betek, Jumat (22/4). Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Salim Darmawan mengatakan, dalam melaksanakan kegiatan ini pihaknya juga dibantu oleh petugas dari Perumda Pasar Joyoboyo. Hal itu dilakukan untuk mengkoordinasikan para pedagang yang akan melakukan pembelian.

Pada kegiatan ini, Sebanyak 6.000 kilogram minyak goreng curah itu dijual kepada para pedagang dengan harga Rp 14.390 per kilogram. Ada sebanyak 35 pedagang Pasar Setono Betek yang mendapat minyak goreng curah ini. “Satu orang pedagang kira kira 170 kilogram,” ujarnya.

Untuk pedagang yang bisa membeli minyak goreng ini, telah melalui serangkaian pengecekan, dimana mereka benar-benar berjualan minyak goreng curah sehari-hari. Selain itu pedagang juga diharuskan mendaftar melalui aplikasi Simirah (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah).

"Jadi para pedagang yang ingin membeli harus mendaftar pada aplikasi tersebut," ujarnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan para pedagang bisa menjual kepada masyarakat dengan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) yaitu sebesar Rp 15500 per kilogram.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan yang biasa terjadi pada saat menjelang lebaran. Meski begitu, dirinya memastikan ketersediaan minyak goreng curah di pasaran jumlahnya sudah cukup melimpah.

PT PPI sendiri merupakan distributor level 1, biasanya pedagang membeli dari distributor level 2, sehingga harganya juga lebih tinggi. Dengan mendatangkan langsung dari distributor level 1, maka keuntungan yang didapat pedagang ketika menjual sesuai HET bisa lebih banyak.

Salah satu pedagang minyak goreng curah di Pasar Setono Betek Didik Warsito mengatakan, dirinya biasa menjual minyak goreng curah di harga Rp 18.000 per kilogram. Harga itu ia tetapkan berdasarkan harga yang ia peroleh dari distributor. Selain itu, saat ini minyak goreng curah keberadaannya memang sudah cukup mudah untuk didapatkan.

Distributor sendiri menetapkan harga yang bervariatif, meski selisihnya tidak begitu jauh. Menurutnya untuk yang termurah ia bisa mendapat minyak goreng curah di harga Rp 15500 per kilogram. Namun lokasinya cukup jauh, sehingga diperlukan biaya angkut juga dari lokasi distributor ke tempat jualannya.

Saat ini, dirinya juga masih memiliki stok lama yang berjumlah sekitar empat jirigen atau sekitar 70 kilogram.

“Untuk per hari, rata-rata bisa menjual hingga 30 kilogram minyak curah,” ujar Didik.

Jumlah itu sendiri menurun ketika dibandingkan ketika minyak goreng curah langka. Saat itu penjualannya bisa dua atau tiga kali lipat dari jumlah yang sekarang.

Dengan diadakannya penyaluran minyak goreng curah ini, Didik mengatakan, tentu bisa menurunkan harga jual kepada konsumen.