Makam Syekh Al Wasil Kembali Dibuka Setelah Pandemi, Kembalikan Antusias Wisatawan Religi di Kota Ke

Kediri Dalam Berita | 20/04/2022

logo

Juru Kunci Makam, Mochamad Yusuf Wibisono membersihkan area makam.(ist)
Juru Kunci Makam, Mochamad Yusuf Wibisono membersihkan area makam.(ist)
 

Kediri, koranmemo.com - Setelah 2 tahun wisata religi di Makam Makam Syekh Al Wasil ditutup, Pemerintah Kota Kediri akhirnya membuka kembali sepekan sebelum ramadan tahun 2022 ini. Juru Kunci makam, Mochamad Yusuf Wibisono banyak pengunjung yang menyambut dibukanya kembali wisata religi ini dengan suka cita.

Syekh Al Wasil, atau disebut sebagai Mbah Wasil dikenal dalam sejarah sebagai orang yang membawa islam di Kediri. Meskipun sulit mencari bukti sejarah dakwah islamnya di Tanah Jawa, secara turun temurun orang di sekitar Makam Setono Gedong percaya bahwa Mbah Wasil memiliki peran tersendiri dalam menyebarkan agama islam.

Dari cerita turun temurun serta adanya makam yang berada di Kelurahan Setono Gedong tersebut banyak orang menjadikan Makam Mbah Wasil sebagai tujuan wisata religi. Di sana tak pernah sepi peziarah mendoakan para leluhur yang memiliki peran penting dalam penyebaran islam di Indonesia.

Tapi kegiatan peziarah sempat terhenti karena ada penutupan wisata religi di awal tahun 2020. “Tepatnya tanggal 17 Maret 2020, Makam Mbah Wasil harus ditutup sementara berdasarkan SK Wali Kota Kediri,” kata Yusuf, juru kunci makam.

Selama ditutup, berbagai kegiatan seperti ziarah langsung ke area makan yang menimbulkan kerumunan ditiadakan. Jalan masuk ke area makam ditutup pada jam-jam tertentu, khususnya pada pukul 21.00 WIB.

Dari penutupan tersebut terjadi penurunan pengunjung secara drastis. Biasanya pada hari normal diluar hari besar islam pengunjung di sana bisa mencapai 15 ribu dalam 1 bulan. Sementara saat menjelang ramadan atau bulan Syawal dalam 1 bulan pengunjung bisa mencapai 40 ribu orang.

Ekonomi di sana sempat menurun. Donasi dari pengunjung wisata religi tersebut pun juga sangat minim. Semangat Yusuf, yang bertugas merawat peninggalan purbakala di sana sempat turun karena penutupan semetara itu.

Namun setelah dibuka mulai tanggal 24 Maret 2022 kemarin, optimistis dan antusias warga serta peziarah kembali. Menurut juru kunci berusia 53 tahun itu, ada wisatawan religi yang kegirangan karena makam boleh dibuka.

“Ada yang sampai joget, saat diperbolehkan masuk menuju area makam. Mungkin sudah lama tidak boleh masuk, lalu sekarang sudah dibuka, jadi sebuah kesenangan,” katanya.

Sejak itu kegiatan religi di sekitar Makam Mbah Wasil serta di Masjid Auliya Kelurahan Setono Gedong berangsur normal. Warung makan serta tempat ngopi di sekitar sana kembali beroperasi seperti biasa.

Pada malam-malam ganjil bulan ramadan ini, menurutnya banyak pengunjung yang datang ke sana untuk berdoa. Jam kedatangan pengunjung pun bervariasi, ada yang pagi dan malam hari.

Selain hari-hari tertentu, pada akhir pekan biasanya banyak pengunjung yang datang untuk berziarah ke Makam Mbah Wasil. “Kalau dulu biasanya malam Jumat atau Jumatnya. Kalau sekarang kecenderungan peziarah datang pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu,” tutupnya.

Secara singkat, Yusuf menyebut Mbah Wasil merupakan seorang wali yang datang dari turki pada abad ke-11. Dia datang ke Tanah Jawa pada masa pemerintahan Raja Kediri, Sri Aji Jayabaya.

Ada sebuah kedekatan yang terjalin antara tokoh islam dan raja tersebut sehingga akhirnya Mbah Wasil dimakamkan di Setono Gedong. Makam ini dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir tokoh penting dalam era kerajaan hingga era kolonial.