SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Kota Kediri termasuk daerah yang tiada henti melakukan terobosan selama masa krisis akibat pandemi Covid-19 dua tahun terakhir. Sehingga saat pandemi terus susut sekarang, Kota Kediri mampu mencatatkan pertumbuhan nilai ekspor sampai 8 persen secara year-on-year (YoY).
Pada periode Januari sampai Maret 2022 ini, ekspor Kota Kediri tumbuh dengan nilai ekspor terbesar dari sektor pengolahan tembakau. Selain pengolahan tembakau, empat komoditas lain yang menjadi penyumbang ekspor di masa transisi sekarang adalah pembekuan hasil laut dan produk kayu.
Komiditas tersebut diekspor ke Jepang, China, Malaysia, Singapura, Prancis, Belgia dan Taiwan.
Menurut Tanto Wijohari, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, pertumbuhan angka ekspor di triwulan I meningkat dibandingkan triwulan I tahun 2021.
Pada triwulan I tahun 2021, nilai ekspor Kota Kediri mencapai Rp 51,4 miliar, sedangkan di triwulan I tahun 2022 naik menjadi Rp 55,6 miliar. Menurutnya, pandemi Covid-19 memberikan dampak serius terhadap produktivitas kegiatan perekonomian di Kota Kediri.
Bahkan beberapa perusahaan terpaksa melakukan pengurangan karyawan yang berimbas pada berkurangnya nilai ekspor. “Kita patut bersyukur karena di tengah ketidakpastian global dan biaya logistik yang melonjak tinggi, nilai ekspor kita kembali beranjak naik,” jelas Tanto, Sabtu (16/4/2022) lalu.
Berdasarkan data yang dirilis Disperdagin terkait nilai ekspor triwulan I tahun 2022, bulan Januari mencapai Rp 17,2 miliar, Februari Rp 16,01 miliar dan Maret mencapai Rp 22,3 miliar.
Dan negara-negara tujuan ekspor di atas menerapkan kebijakan yang lebih longgar sehingga barang-barang dari luar negeri lebih mudah mendapatkan izin masuk. Karena itu Disperdagin terus menggalakkan peningkatan ekspor melalui berbagai upaya. Salah satunya mendorong para pelaku UMKM untuk merambah pasar ekspor.
Disperdagin saat ini tengah merancang Export Bootcamp, yaitu kelas edukasi untuk mempersiapkan calon-calon eksportir lokal untuk memahami dunia perdagangan internasional, bekerjasama dengan Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan RI.
“Kami juga terus jalin komunikasi dengan Export Center Surabaya (ECS) untuk memberikan konsultasi teknis bagi calon eksportir asal Kota Kediri yang menemui kendala,” jelasnya.
Selain itu juga giat mengidentifikasi potensi-potensi baru yang dapat didorong untuk ekspor, seperti ikan hias, serbuk rempah, bumbu masak dan makanan ringan.
Para pelaku usaha juga akan difasilitasi untuk mengakses layanan Kampus UMKM Shopee di Malang yang diresmikan Gubernur Jawa Timur beberapa waktu lalu. Platform marketplace ini menawarkan kesempatan bagi pelaku UMKM yang potensial untuk bergabung dalam Program Ekspor Shopee.
Upaya peningkatan ekspor merupakan bentuk strategi pemulihan perekonomian akibat pandemi Covid-19. "Peningkatan volume ekspor tentu berkontribusi positif bagi penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya derajat kesejahteraan masyarakat," jelasnya.