SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengharapkan guru mengasah critical thinking anak-anak dengan membangun komunikasi dua arah yang baik, serta sering melakukan diskusi.
Karena saat ini anak-anak memiliki banyak pengetahuan yang didapat dari internet, maka menjadi tantangan para guru untuk lebih kreatif dalam mengajar.
“Saya berharap panjenengan semua bisa berkomunikasi baik-baik dengan anak-anak. Guru juga harus adaptif. Dengan adanya diskusi dua arah, akan mengasah anak-anak untuk menyampaikan pemikirannya,” ungkap Abu Bakar saat menyerahkan SK Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Guru tahap I formasi tahun 2021 di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (8/3/2022).
Wali Kota Kediri juga menyampaikan agar guru menggunakan metode-metode baru dalam pembelajaran di sekolah. Guru harus bisa membangun competitiveness atau daya saing pada anak-anak sejak dini.
“Itu penting sekali. Kalau dari kecil daya saing itu sudah ada, maka bagus sekali untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada. Anda harus membangun semangat anak-anak,” tandasnya.
Kepada P3K Guru untuk memiliki core value “Berakhlak” yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif. Selain itu juga harus berjiwa helpfull, modern, bekerja dengan sistem dan inovatif.
“Kita harus terus berkembang dan bertumbuh dengan baik untuk pelayanan yang lebih baik. Bapak ibu guru ini sebagai panutan dan menjadi orangtua di sekolah. Harus helpfull sama anak-anak. Lalu panjenengan juga harus loyal,” ujar Mas Abu, sapaannya.
Kepala BKPSDM Kota Kediri, Un Achmad Nurdin menjelaskan, pada P3K Guru tahap I formasi tahun 2021 sebanyak 103 yang telah lolos seleksi di Kota Kediri. Namun setelah melewati semua proses pemberkasan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) hanya mengirim 93 nama.
“Untuk 10 nama lain masih pemberkasan di BKN. Untuk 93 nama yang menerima SK ini untuk guru SD sebanyak 75 dan guru SMP sebanyak 18,” jelasnya.