Kelangkaan Minyak Goreng Bukan Pemicu Utama Inflasi Februari 2022

Kediri Dalam Berita | 07/03/2022

Site Logo

 
Kelangkaan Minyak Goreng Bukan Pemicu Utama Inflasi Februari 2022. (Foto: istimewa)
 

KBRN, Kediri: Kelangkaan stok minyak goreng beberapa waktu terakhir diyakini bukan menjadi pemicu utama munculnya inflasi bulan Februari 2022.

Dari catatan BPS Kota Kediri, angka inflasi Kota Kediri Bulan Februari 2022 turun dari bulan Januari 2022 yakni 0,43 persen menjadi 0,20 persen.

Dalam kondisi itu, ada 10 komoditas penyumbang inflasi, antara lain nasi dengan lauk inflasi 0,083 persen, beras inflasi 0,056 persen, shampo inflasi 0,038 persen, sabun mandi inflasi 0,037 persen, sawi hijau inflasi 0,028 persen, bawang merah inflasi 0,027 persen, minyak goreng inflasi 0,023 persen, wafer inflasi 0,020 persen, apel inflasi 0,019 persen, dan kontrak rumah inflasi 0,017 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri, Lilik Wibawati, kelangkaan minyak goreng tidak menjadikannya komoditas utama penyumbang inflasi. Ia mengungkap bahwa Pemerintah Kota Kediri selalu melakukan operasi pasar untuk memantau ketersediaan minyak goreng.

"Karena sering dilakukan operasi pasar makanya harga minyak goreng stabil sesuai harga yang ditetapkan pemerintah pusat," katanya.

Di samping komoditas pendorong kenaikan harga, terdapat pula beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, di antaranya: telur ayam ras deflasi -0,108 persen, cabai rawit deflasi -0,052 persen, kopi bubuk deflasi -0,048 persen, emas perhiasan deflasi -0,017 persen, kangkung deflasi -0,016 persen, obat dengan resep deflasi -0,016 persen, semangka deflasi -0,015 persen, jeruk deflasi -0,008 persen, ayam hidup deflasi -0,007 persen, dan duku/langsat deflasi -0,005 persen.

BPS mengimbau kepada Pemkot Kediri untuk tetap waspada terkait angka inflasi di Bulan Maret dan harus waspada terhadap persiapan masyarakat menyambut kedatangan bulan suci Ramadan yang berpotensi meningkatkan permintaan terhadap bahan pokok. Selain itu, kenaikan cukai juga berimbas pada kenaikan harga rokok, dan terjadinya perubahan iklim secara ekstrim menyebabkan penurunan pasokan komoditas pangan tertentu.

"Kami imbau kepada masyarakat tidak usah panik dengan jumlah stok bahan pangan di Kota Kediri. Pemkot Kediri akan memfasilitasi kecukupan pangan. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan berkoordinasi agar masyarakat tidak menimbun bahan-bahan pokok dan mencegah terjadinya panic buying," kata Lilik.

Pihaknya berharap, agar inflasi Kota Kediri semakin terjaga sehingga masyarakat dapat mencukupi kebutuhannya masing-masing.

"Seperti yang kita ketahui bahwa menjelang bulan Ramadan dan hari raya terjadi kenaikan harga pada beberapa bahan pokok. Semoga melalui upaya tim TPID kondisi tersebut dapat terkendali di Kota Kediri," katanya.

Di lain kesempatan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) selaku Koordinator I TPID Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi menyampaikan, Pemkot Kediri akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk mengendalikan tingkat inflasi di tengah gejolak kelangkaan minyak goreng saat ini.