Februari 2022, Inflasi Kota Kediri Tertinggi Se-Jatim

Kediri Dalam Berita | 07/03/2022

Site Logo

 
Februari 2022, Inflasi Kota Kediri Tertinggi Se-Jatim. (Foto: istimewa)
 

KBRN, Kediri: Pada Februari 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat inflasi di Kota Kediri sebesar 0,20 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,77 poin.  Angka ini merupakan inflasi paling tinggi se-Jawa Timur.

Menanggapi hal ini, Koordinator Fungsi Statistik dan Distribusi BPS Kota Kediri, Adi Wijaya dari 8 kota IHK di Jawa Timur sebanyak lima kota inflasi dan tiga kota deflasi.

Adi merinci, inflasi tertinggi di Jawa Timur tampak di Kota Kediri sebesar 0,20 persen. Kemudian, inflasi paling rendah di Kota Madiun sebesar 0,03 persen.

"Selain beberapa daerah terjadi inflasi, ada pula yang mencapai deflasi. Posisi deflasi paling tinggi terjadi di Kota Probolinggo, sebesar 0,18 persen dan terendah terjadi di Banyuwangi sebesar 0,15 persen," katanya, Kamis (3/3/2022).

Secara umum, Adi menjelaskan, inflasi di Kota Kediri terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Beberapa di antaranya,  kelompok makanan minuman dan tembakau terlihat mengalamiinflasi sebesar 0,04 persen.

"Lalu, untuk kelompok pakaian dan alas kaki inflasi sebesar 0,25 persen," katanya.

Terkait 10 komoditas penyumbang inflasi, sebut Adi, antara lain dipengaruhi kenaikan harga minyak goreng, bawang merah, sawi hijau, dan kontrak rumah. Setelah itu, ada pula naiknya harga shampo, beras, nasi dengan lauk, sabun mandi, wafer, serta Buah Apel.

"Di sisi lain, ada sepuluh komoditas yang menghambat inflasi, antara lain turunnya harga telur ayam ras, kopi bubuk, cabai rawit, kangkung, dan emas perhiasan. Tak hanya itu, juga adanya penurunan harga ayam hidup, Buah Duku (Langsat), obat dengan resep, Buah Semangka, dan Buah Jeruk," katanya.

Lebih lanjut, tingkat inflasi Kota Kediri pada tahun kalender Februari 2022 sebesar 0,63 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun, yakni antara Februari 2022 terhadap Februari 2021 sebesar 2,05 persen.