

Kediri, koranmemo.com - Bek Persik Kediri, Risna Prahalabenta kembali menunjukkan tendangan bola mati seperti ketika membela tim di Liga 2 musim musim 2019.
Menurut pemain asli Kediri ini, tendangan Risna Prahalabenta terus diasah setiap latihan.
Saat mengikuti konferensi pers setelah pertandingan melawan Arema FC di Stadion I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (27/2), Risna bersyukur timnya bisa meraih poin dengan kemenangan tipis 1-0.
“Kemenangan ini bisa kami nikmati, tapi pertandingan selanjutnya dimaksimalkan untuk mengamankan posisi Persik Kediri,” tukasnya.
Selama ini, pemuda yang berdomisili di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, membutuhkan waktu lama untuk kembali menemukan feeling agar bisa mencetak gol melalui tendangan bebas.
Sebelumnya Risna juga pernah melakukan tendangan bebas spektakuler saat melawan PSIM Yogyakarta dan final Liga 2 Indonesia musim 2019 melawan Persita Tangerang.
“Tentunya, tidak akan sempurna tanpa latihan keras. Tentunya ada master atau legend tendangan bebas di Liga Indonesia. Lebih banyak terbantu agar bisa menemukan feeling saat melakukan tendangan bebas. Terima kasih coach Roca,” tukasnya.
Lebih lanjut mengenai tugasnya sebagai bek, Risna menjelaskan, jika tidak ada instruksi khusus agar menjaga satu orang pemain saja. Tetapi ada rekan setimnya yang saling bekerjasama untuk menjaga pertahanan dari kebobolan.
“Semua pemain berbahaya, Cortez memang salah satu striker berbahaya. Tapi kami tidak melakukan penjagaan khusus untuk mematikan target man lawan,” tutupnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Persik Kediri, Javier Roca memberikan apresiasi pada pemain beknya.
Javier Roca juga sudah memiliki firasat baik atau gol saat kaki Risna menyentuh bola hingga saat mengeksekusi tendangan bola mati pada menit ke-84 itu.
“Ini kerja keras Risna hampir setiap hari latihan. Ada inisiatif untuk ambil tendangan bebas agar potensinya bisa keluar. Malam kemarin kami bersyukur bisa menang,” kata Javier Roca.
“Saya tahu saat dia sentuh bola dan bolanya bisa masuk. Karena ada pengalaman dikit. Memang setiap hari selalu saya marahi,” papar Javier Roca.
Tidak ada artikel terkait