KBRN. Kediri : Pemerintah Kota Kediri mengimbau para orang tua yang melepas putera/puterinya mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tidak khawatir. Pasalnya, Dinas Kesehatan Kota Kediri dalam hal ini mengungkap bahwa untuk capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Kediri sudah tinggi.
Terakhir, hingga 23 Februari 2022 kemarin, capaian vaksinasi anak dosis I sudah mencapai 105 persen, dosis II mencapai 76 persen dengan jenis vaksin Sinovac. Sedangkan untuk capaian vaksinasi pada tenaga pendidik juga tinggi, yakni pada dosis I dan II sudah selesai, untuk dosis III mencapai 70 persen.
dr Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri mengatakan, meskipun vaksinasi bukan merupakan syarat dalam menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, tetapi program vaksinasi dapat menjadi sarana pencegahan pertumbuhan kasus baru selama PTM berlangsung. dr Fauzan berharap dengan menyuntikkan vaksin vaksin kepada anak usia 6-11 tahun, dapat mengurangi orang tua saat anak-anak menjalankan PTM.
Orang tua juga diimbau perlu khawatir apabila anak mengalami gejala ringan pasca vaksinasi, seperti nyeri pada lengan yang dikenakan, demam, dan tidak menggigil. Cukup melakukan penanganan dini, seperti memberikan parasetamol.
dr Fauzan juga menjelaskan tidak semua anak dapat menerima vaksin Covid-19. Menurutnya, memang ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan anak tidak bisa divaksin, seperti penderita penyakit autoimun atau riwayat alergi yang berat, tetapi jumlahnya tidak banyak, tidak sampai 1 persen. Anak-anak dengan fase pengobatan penyakit kronis juga tidak boleh.
Sebagai langkah antisipasi terjadinya kluster baru di sekolah, pihak sekolah juga diharapkan untuk selalu menyediakan sarana prasarana penunjang prokes dan pemantauan oleh Satgas internal di masing-masing sekolah. Berdasarkan pencapaian angka vaksinasi Covid-19 untuk anak di Kota Kediri, Dinas Kesehatan Kota Kediri menegaskan kegiatan PTM terbatas dapat dilaksanakan secara aman
