KBRN . Kediri : Seperti yang telah kita tahu, pasca kenaikan Migor akibat harga CPO dunia yang juga mengalami kenaikan, membuat pemerintah pusat mengambil kebijakan subsidi migor dalam kemasan dengan harga Rp14.000/liter dan curah Rp11.500/liter.
Namun, tidak berhenti disitu, permasalahan ini berlanjut dengan keterbatasan stok Migor yang berakibat kelangkaan pada komoditas ini. Akibatnya banyak masyarakat yang mulai resah dan mengeluhkan hal tersebut.
Menyikapi hal ini Pemkot Kediri bersama Bulog mengambil kebijakan penyelenggaraan Operasi Pasar Murni (OPM) untuk masyarakat Kota Kediri. Acara ini terselenggara selama dua hari mulai Kamis, (24/2) di balai Kelurahan Bandar Lor dan Jumat, (25/2) di balai Kelurahan Betet.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam hal ini mengatakan, Operasi pasar ini juga merespons kelangkaan dan naiknya harga minyak goreng serta gula pasir di pasar.
Ada 1.000 liter minyak goreng dan 500 kilogram gula yang disediakan dalam pasar murah ini. Tiap warga bisa membeli 2 liter minyak dan 1 kilogram gula dengan syarat menunjukkan fotokopi KTP. Untuk minyak goreng bisa dibeli dengan harga Rp 13.500 per liter dan gula pasir dengan harga 12.500 per kilogram.
Diharapkan program ini bisa dirasakan secara merata. Setiap pembelian diwajibkan untuk menunjukkan KTP Kota Kediri dengan maksimal pembelian 2 liter untuk minyak dan 1 kilogram untuk gula. Diharapkan pula dengan upaya ini komoditas minyak dan gula dapat segera stabil serta masyarakat bisa menjadi konsumen yang cerdas dan tidak melakukan Panic Buying
