Harga Kedelai Dipengaruhi Cuaca Global, di Kota Kediri Stok Masih Aman

Kediri Dalam Berita | 24/02/2022

logo

Pekerja memasak tahu takwa khas Kota Kediri. (dhita/memo)
Pekerja memasak tahu takwa khas Kota Kediri. (dhita/memo)
 

Kediri, koranmemo.com - Harga kedelai yang kembali melambung membuat beberapa produsen tahu dan tempe tertekan.

Selain karena tingginya permintaan kedelai ke China, cuaca global membuat harga kedelai impor melambung.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Tanto Wijohari, menjelaskan, sidak telah dilakukan untuk mengetahui ketersediaan kedelai.

Pemantauan dilakukan di beberapa penjual kedelai seperti di Jalan Patimura Kota Kediri dan pasar-pasar tradisional.

 

“Harga kedelai naik dari kisaran Rp 8 ribu menjadi Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu perkilogram. Karena itu kami melakukan pemantauan di lapangan,” katanya, Rabu (23/2).

Dari sidak tersebut, dia menyebut ketersediaan kedelai masih cukup aman. Penjual masih
memiliki stok untuk produsen tahu dan tempe.

Saat ini Indonesia memang mengandalkan kedelai impor dari Amerika untuk memenuhi kebutuhan warga.

Sejalan dengan itu permintaan kedelai China untuk pakan ternak yang tinggi membuat jatah impor Indonesia berkurang.

Selain itu, menurut Tanto cuaca global juga membuat kedelai pasokan impor bermasalah.

“Cuaca ekstrem El Nina yang terjadi di negara kawasan Amerika Serikat dan Amerika Selatan terutama Brasil serta Argentina berimbas pada produksi kedelai secara global,” kata dia.

Baca Juga: Selain Ayah Kandung, Diduga Pemerkosa Gadis 12 Tahun Lebih dari Satu, Ini Kata Polisi

“Hal tersebut, cuaca ekstrem, akhirnya berdampak pada kenaikan harga kedelai di daerah,” katanya.

Pemilik industri tahu ‘Populer’ di Kampung Tahu Kelurahan Tinalan, Kota Kediri, Slamet Widodo (30) terpaksa mengatur strategi.

Kenaikan harga kedelai, kata dia, mengharuskan pengusaha menyesuaikan harga atau menurunkan kepadatan kedelai pada tahu.

“Jika harga Rp 11 ribu untuk lima biji tahu, sekarang bisa naik menjadi Rp 12 ribu perlima biji tahu,” katanya.

Sejauh ini pengusaha tahu di Kota Kediri tidak melakukan aksi mogok produksi agar tetap
memutar ekonomi termasuk menggaji karyawan.

Selain itu permintaan yang mulai membaik setelah pandemi kemarin membuat awal tahun ini menjadi momentum pemulihan bagi para produsen tahu.