Penanganan Covid-19 di Kediri Raya Bersatu, Ini Kata Bupati dan Walikota Kediri

Kediri Dalam Berita | 23/02/2022

logo

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat bertemu Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di Balai Kota Kediri. (Kominfo)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat bertemu Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di Balai Kota Kediri. (Kominfo)
 

Kediri, koranmemo.com - Untuk memaksimalkan penanganan Covid-19Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bertemu dengan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Kediri sebagai satu kesatuan, membutuhkan kerjasama antar wilayah dalam menentukan kebijakan supaya penanganan Covid-19 lebih efektif.

"Beberapa hari yang lalu di dalam hati saya, menanggulangi covid-19 ini bagaimana, kok pas Pak Wali telepon," kata Bupati Kediri disapa akrab Mas Dhito saat bertemu dengan Abdullah Abu Bakar di Balai Kota, Jumat (18/2/2022) lalu.

Menurut Mas Dhito, Kediri itu tanpa batas dan tidak bisa dipisahkan. 

 

Dalam kedatangannya itu dia mengaku untuk membahas langkah yang diambil terutama sinergi antar wilayah dalam penanganan covid-19.

Baca Juga: Kemendag Gelontorkan 10 Ton Minyak Goreng di Surabaya dan Sekitarnya, Ini Tujuannya

 

"Kediri ini terkadang untuk penanggulangan covid-19 tidak bisa kota atau kabupaten, maka harus bersatu," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri disapa akrab Mas Abu, menyampaikan, menyikapi angka lonjakan kasus Covid-19 program vaksinasi diakui telah digenjot.

Bahkan, tidak dipungkiri ada warga Kota Kediri yang divaksin di Kabupaten Kediri, begitu sebaliknya. 

"Saya rasa ini tidak apa-apa, karena kami seperti satu kesatuan," tuturnya. 

Selain itu, lanjut Mas Abu, di Kota Kediri bidang pendidikan karena adanya lonjakan kasus sekolah dilakukan secara daring. 

Namun, hasil evaluasi melihat keterisian rumah sakit. Jumlah angka yang terpapar dan tingkat kesembuhan, di sekolah kembali dibuka dengan batasan 50 persen. 

"Ini pilihan, bagi yang ingin daring silahkan tidak apa-apa, taman juga akan kita buka, tempat wisata juga mulai buka tapi dengan ketentuan Instruksi Mendagri 50 persen," ujarnya. 

 

Masalah perekonomian yang berdampak selama pandemi, Mas Abu menyebutkan tidak kalah penting.

Bahkan, perekenomian yang mulai bergerak setelah kembali adanya lonjakan kasus aktif kembali harus dibatasi.

Setelah persoalan dirasa bisa ditangani, Mas Abu mengaku mencoba untuk menggerakkan kembali perekonomian.

"Tentu dengan tetap memperhatikan ketentuan protokol kesehatan ketat," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Mas Dhito menyampaikan, pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Kediri sudah 50 persen, namun untuk tempat wisata ini masih tutup.