Prinsip Pelatih Kepala Persik, Digembleng Secara Keras Jadi Tak Ada Alasan Jika Kalah

Kediri Dalam Berita | 17/02/2022

logo

Skuat Persik Kediri, saat pertandingan awal putaran ke-2 BRI Liga 1 Indonesia 2021/2022. (persikofficial)
Skuat Persik Kediri, saat pertandingan awal putaran ke-2 BRI Liga 1 Indonesia 2021/2022. (persikofficial)
 

 

 

Kediri,koranmemo.com - Selama ini Persik Kediri memiliki kedalaman tim yang cukup baik, sebagian besar pemainnya bisa menempati dua posisi berbeda.

Tidak hanya itu, etos kerja penggawa Persik Kediri juga terus digembleng secara keras agar semua pemain tetap siap ketika diturunkan.

 

Pelatih Kepala Persik Kediri, Javier Roca, menjelaskan tidak ada alasan bagi pemain saat melakukan kesalahan.

Seluruh pemain harus melakukan perbaikan dan meminimalisir terulangnya masalah yang sama pada setiap pertandingan.

“Yang pertama saya sudah bicara pada pemain. Kalau secara prinsip saya tidak mau terima alasan. Semua komponen tim harus siap kerja keras tampil kapan pun dimana pun, baik 1 menit, 10 menit, atau 90 menit. Kuncinya disitu,” katanya.

Sejauh ini, pada beberapa posisi Persik Kediri tidak pernah kekurangan pemain. Meski pada awal putaran ke-2, pemain belakang, Arthur Felix dan Andri Ibo harus absen pemain lainnya bisa mengisi kekosongan tersebut.

Tidak hanya itu, saat striker andalan, Youssef Ezzejjari tidak bisa main. Striker lainnya Muhammad Ridwan dan Septian Satria Bagaskara bisa mengisi kekosongan tersebut.

Hasilnya pun tidak mengecewakan, selama 6 pertandingan terakhir klub berjuluk Macan Putih belum terkalahkan. Adapun 3 diantaranya berakhir seri, sementara 3 pertandingan bisa dimenangkan.

“Disini semua pemain profesional, semua bekerja keras lebih kompak dan lebih solid,” imbuhnya.

Persik Kediri saat ini berada di peringkat ke-9 dengan 30 poin pada klasemen sementara BRI Liga 1 Indonesia 2021/2022.

Klub berjersey ungu ini masih belum bisa bersantai karena ada beberapa klub yang harus menjalani pertandingan tunda sampai pekan ke-25.

Roca mengingatkan pada seluruh komponen tim untuk sama-sama berbenah.

“Kalau kalah ya kalah, kami main jelek maka lawan main bagus. Tapi kalau kami menang, kami bermain bagus. Secara kekeluarga kami seperti saudara sangat baik. Kedepan kami harus lebih baik lagi,” pungkasnya.