

Bali, koranmemo.com - Skuat Persik Kediri yang diisi oleh pemain-pemain yang berhasil mengalahkan PSS Sleman di pertandingan sebelumnya kesulitan memaksimalkan peluang menjadi gol pada pertandingan melawan PSIS Semarang, Minggu (6/2).
Adanya 3 peluang yang membentur tiang gawang dikeluhkan oleh Pelatih Kepala Persik Kediri, Javier Roca.
Roca mengatakan ada perbedaan mendasar pada pertandingan di babak ke-1 dan ke-2. Cuaca hujan deras membuat permainan sulit berkembang. ski masih ada 1 peluang yang diciptakan.
“Jalannya pertandingan, sangat berbeda antara babak ke-1 dan 2. Babak 1 lebih seperti pemain rugby terlalu banyak bola atas, tidak memungkinkan untuk melakukan umpan bawah,” katanya.
Baru babak ke-2, klub berjuluk Macan Putih lebih baik dalam menciptakan peluang. Meski lawannya sempat menguasai pertengahan jalannya babak ke-2. Peluang lebih banyak diciptakan oleh Persik Kediri.
“Babak ke-2, sudah bermain bagus, tapi kami kurang beruntung, sebenarnya saya tidak mau berkata kurang beruntung. Tapi setelah 3 bola membentur tiang saya rasa, kami memang kurang beruntung,” imbuh Roca.
Dengan skuat yang ada saat ini, Pelatih Kepala Persik Kediri merasakan hal yang sama seperti klub-klub lainnya.
Anggapan jika komposisi yang sama bisa dibaca oleh lawan tidak terlalu dianggap. Sebab masih ada peluang yang bisa diciptakan.
“Babak ke-2, kami tetap mencoba semaksimal dan mungkin banyak peluang. Ada 2 peluang membentur 2 tiang. Memang PSIS memiliki ciri khas bermain lebih defensif, tapi bukan hanya itu soalnya peluang kami membentur tiang,” pungkasnya
Tidak ada artikel terkait