

Kediri, koranmemo.com - Menjelang Natal dan Pergantian Tahun Baru, Pemkot Kediri melakukan sidak harga di pasar tradisional dan modern, Rabu (15/12).
Temuan yang paling menonjol adalah harga minyak sawit yang masih bertahan di Rp 19 ribu perliter.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Tanto Wijohari menjelaskan sidak dilakukan untuk memantau ketersediaan bahan makanan pada akhir tahun.
“Kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pengecekan stok dan harga bahan makanan. Dari harga ada fluktuasi sementara stok masih ada dan aman,” katanya.
Adapun beberapa komoditas mengalami peningkatan harga diantaranya, cabai merah dan cabai rawit.
Memasuki musim penghujan komoditas ini mengalami penurunan produksi karena petani mengalami gagal panen.
“Fluktuasi harga terjadi pada Cabai Rawit Merah, beberapa hari yang lalu mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Tapi saat ini mulai turun menjadi Rp 95 sampai Rp 80 ribu perkilogram,” imbuhnya.
Sementara itu komoditas lain yakni minyak sawit harganya masih bertahan di angka Rp 19 ribu perliter.
Sebelumnya harga sawit mengalami peningkatan secara perlahan sampai berhenti di angka Rp 19 ribu.
“Harga minyak tetap atau berhenti di kisaran Rp 19 ribu perliter setelah naik karena bahan baku minyak sawit mengalami kenaikan,” pungkas Tanto.
Sejalan dengan itu, minyak sawit atau minyak goreng menyumbang inflasi tertinggi di Kota Kediri pada November kemarin.
Kenaikan harga minyak di kisaran 7, 66 persen selama November kemarin.
“Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, salah satu penyumbang inflasi tertinggi adalah minyak goreng,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Lilik Wibawati.