RSUD Gambiran Operasikan Alat Canggih, Tangani Pasien Batu Ginjal Tanpa Operasi

Kediri Dalam Berita | 07/12/2021

Surya.co.id

 
surya.co.id/didik mashudi
 
Peralatan modern dan presisi RSUD Gambiran, Kota Kediri untuk menangani pasien batu ginjal tidak perlu merasakan nyeri yang berlebihan, Senin (6/12/2021). 
 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - RSUD Gambiran Kota Kediri telah memiliki peralatan canggih untuk menangani penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis yang cukup banyak diderita masyarakat di Indonesia.

Batu ginjal adalah pembentukan materi keras menyerupai batu yang berasal dari mineral dan garam di dalam ginjal.

Penyakit ini dapat terjadi di sepanjang saluran urine, mulai ginjal, ureter, kandung kemih serta uretra.

Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri dr Fauzan Adima, M.Kes menjelaskan, pada tingkatan tertentu diperlukan prosedur penanganan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) untuk penanganan penyakit batu ginjal.

ESWL merupakan tindakan mengeluarkan batu saluran kemih dengan cara memecahkannya menggunakan mesin.

Baca juga: Ketua PWNU Jatim Ajak Gotong Royong Bantu Korban Gunung Semeru Meletus

Mesin tersebut menghasilkan energy berupa gelombang kejut (shockwave) yang diarahkan langsung ke arah batu.

“Penanganan ESWL di RSUD Gambiran tergolong paling baik di Kediri. Kami memiliki alat modern dan presisi buatan Jerman, sehingga pasien tidak perlu merasakan nyeri yang berlebihan,” kata Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri dr. Fauzan Adima, M.Kes., Senin (6/12/2021).

Menurut dr. Fauzan, dengan alat bermerk Richard Wolf type Piezolith 3000 ini, keberhasilan penanganan juga mencapai 80 hingga 100 persen.

Dengan estimasi waktu tindakan sekitar 60 menit atau 4000 tembakan per detik, efek samping juga dirasa jauh lebih sedikit dibanding operasi.

 

Dokter spesialis urologi RSUD Gambiran, Dr dr Gunandar Rachmadi, Sp.U mengatakan, penanganan pasien dengan ESWL ini tidak memerlukan tindakan bius.

Sebelum menjalani ESWL pasien terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi untuk menjalani pemeriksaan, meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, laboratorium, USG dan rontgen.

“Pemeriksaan ini penting untuk menentukan diagnosis yang tepat serta cocok tidaknya pasien ditangani dengan mesin ESWL,” terang dr Gunandar.

Untuk pasien dengan kondisi baik, penanganan ESWL tidak diperlukan rawat inap.

Pasien boleh langsung pulang setelah penanganan selesai.

Pasien juga tak perlu puasa sebelum penanganan ini.

“Selama tidak ada komplikasi, pasien bisa langsung pulang setelah penanganan,” imbuhnya.

Terkait biaya, penanganan ESWL dicover sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan.

Sehingga sangat memudahkan bagi pasien penderita kencing batu.

Dr Gunandar mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga gaya hidup dan pola makan yang sehat guna mencegah batu ginjal.

Selain minum air putih yang cukup, juga tidak mengkonsumsi makanan sarat kalsium secara berlebihan.

Juga daging, unggas, atau ikan untuk mencegah batu jenis asam urat.

Penyakit ini dapat dipicu oleh beragam kondisi, seperti kurang minum air putih, berat badan berlebih, atau efek samping operasi pada organ pencernaan.

Sebagian besar penderita batu ginjal adalah orang yang berusia 30-60 tahun.