SURYA.CO.ID, KEDIRI - Pemkot Kediri terus berupaya untuk menguatkan UMKM Kota Kediri Go Digital dan memfasilitas keikutsertaan UMKM Kota Kediri dalam program PUSAKA Shopping Week.
Produk UMKM yang belum memiliki foto produk, akan dibantu mendapatkan foto yang representatif dan menarik perhatian.
Hasil foto produk ditayangkan pada kanal media luring dan daring dalam program PUSAKA Shopping Week yang berlangsung hingga 23 Desember 2021.
Selain itu, foto produk juga akan diberikan pada pemilik UMKM dan dapat menjadi stok promo mereka di media sosial. Tercatat 150 UMKM mendapatkan foto produk secara gratis dari Pemerintah Kota Kediri.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, Tanto Wijohari menyampaikan, program PUSAKA Shopping Week sebagai kampanye belanja produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata pada UMKM Kota Kediri.
“Selain program PUSAKA yang sudah berjalan dengan adanya etalase khusus di minimarket berjejaring dan pusat perbelanjaan di Kota Kediri, kami juga tampilkan produk UMKM pada kanal media luring dan daring,” jelasnya, Selasa (30/11/2021).
Pendaftaran PUSAKA Shopping Expo masih dibuka melalui bit.ly/PusakaKdr2021 hingga kuota 200 UMKM terpenuhi. Sehingga masih ada kesempatan pemilik UMKM untuk segera mendaftar berpartisipasi dalam program tersebut.
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyampaikan, program yang dihelat oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri sebagai upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.
"Melalui platform media sosial, sudah dipastikan promosi UMKM melalui daring sangat efektif. Dengan adanya program PUSAKA Shopping Week disertai fasilitas foto produk profesional menggugah kesadaran masyarakat adanya produk lokal dan mendorong konsumen membeli produk lokal melalui website dan media sosial," ujarnya.
Pemkot Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri berkolaborasi dengan Kelas Pagi Kediri, komunitas fotografi Kota Kediri.
“Kami memfotokan produk UMKM Kota Kediri yang membutuhkan bantuan dengan lebih proper sehingga mereka memiliki foto produk yang menarik. Beberapa UMKM kami datangi langsung ke lokasi produksi, sebagian kami kumpulkan jadi satu lokasi,” ujar Resiane Taufan, salah satu fotografer sekaligus anggota Kelas Pagi Kediri.
Anggota Kelas Pagi Kediri memotret produk UMKM dari berbagai sisi. Selain itu juga berkomunikasi dengan pemilik UMKM tentang nilai lebih produknya.
“Dengan tahu nilai lebih dari produk, kami bisa tentukan dari angle mana yang harus produk tersebut tonjolkan,” jelasnya.
Sementara Milayaza Orisa, Pemilik Sasa Flora Justice mengaku kaget bercampur senang mendapat fasilitas foto produk gratis untuk tanaman yang dijualnya.
“Kaget dan senang karena cukup terbantu. Sebelumnya tanaman yang mau dijual ya cuma difoto pakai hp aja. Itu pun kalau sempat,” ujarnya.
Sementara Uswatun Hasanah, pemilik Mendoan Jian berterima kasih atas bantuan foto produk tempe mendoannya sekaligus promosi gratis.
"Usaha saya juga dipromosikan di koran, saya langsung beli korannya juga," ujarnya.