Apel Hadapi Bencana Alam Hidrometeorologi di Kota Kediri, Libatkan Ratusan Personil Gabungan

Kediri Dalam Berita | 26/10/2021

Surya.co.id

 
 
surya.co.id/didik mashudi
 
Pejabat Forkompinda Kota Kediri meninjau peralatan kondisi darurat bencana di Lapangan Gajahmada, Kota Kediri, Senin (25/10/2021). 
 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Kota Kediri menggelar apel gelar pasukan mengantisipasi bencana alam hidrometeorologi yang berlangsung di Lapangan Gajahmada, Kota Kediri, Senin (25/10/2021).

Pada kegiatan apel ini melibatkan ratusan personil gabungan TNI, Polri, Brimob, BPBD Kota Kediri, Senkom, Banser serta relawan.

Saat apel ditampilkan berbagai peralatan dalam menghadapi bencana alam seperti perahu karet, peralatan selam, dapur umum, tenda darurat dan ambulans.

Kegiatan apel ini digelar karena bulan November 2021 sampai Januari 2022 diperkirakan memasuki musim penghujan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama pejabat Forkompinda setelah menginspeksi pasukan juga meninjau peralatan dalam menghadapi kondisi darurat yang digelar di tenda.

Wali kota menyebutkan mitigasi resiko bencana dan kerja sama antar stakeholder telah dilakukan. Termasuk kegiatan apel bersama dengan instansi vertikal seperti TNI dan Polri.

Malahan sejumlah lembaga amil zakat, Rapi, Banser dan Orari juga dilibatkan dalam kegiatan apel bersama.

"Dalam menangani bencana diperlukan kekompakan yang tercermin dalam kegiatan apel," jelasnya.

Apalagi di Kota Kediri posisinya diapit dua pegunungan yaitu Gunung Wilis dan Gunung Kelud dan di tengahnya ada Sungai Brantas.

Sehingga jika terjadi luapan air dari kedua gunung arah air akan ke Sungai Brantas yang melintas di tengah Kota Kediri.

Selain itu di Kota Kediri juga sering terjadi angin puting beliung yang setiap tahun ada beberapa rumah yang terkena bencana.

Sejumlah titik daerah kerawanan bencana juga telah diantisipasi.