Kediri, koranmemo.com - Pedagang makanan dan minuman di Area Wisata Goa Selomangleng memilih tetap buka agar tetap memiliki pemasukan. Mereka memilih tetap bertahan meski hanya mendapatkan kurang dari pelanggan setiap harinya.
Salah satu pemilik warung, Poniah mengatakan, sejak pandemi area wisata tidak pernah dibuka. “Sudah dua tahun wisata Selomangleng tutup. Kolam renang juga tidak pernah buka dari awal pandemi sampai sekarang,” katanya, Senin (25/10).
Meski tempat wisata milik pemerintah daerah ini ditutup, menurut wanita yang tinggal di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, pengelola tetap memberikan keluwesan. Pengunjung yang ingin masuk area wisata tetap bisa meski portal pintu depan selalu ditutup.
“Setiap Minggu pagi akhir-akhir ini mulai ramai. Kira-kira sekitar September kemarin ada orang yang olahraga di sekitar Gunung Klotok lalu istirahat di sekitar Goa Selomangleng,” tukasnya.
Selama pandemic, pendapatan warungnya turun lebih dari 50 persen setiap harinya. Namun setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 ini sudah mulai ada orang yang berkunjung ke Goa Selomangleng.
Sebagai pelaku usaha mikro, dia berharap tempat wisata kembali dibuka. “Informasinya hari Minggu ini akan dibuka,” tutupnya.