Kediri, koranmemo.com - Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menggelar kegiatan apel untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi yang dihadiri oleh Forkopimda dan segenap organisasi masyarakat di Lapangan Gajah Mada, Senin (25/10). Hal ini dilakukan untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana yang dimiliki berikut personilnya.
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, bencana alam memang bisa terjadi sewaktu-waktu dan sulit untuk diprediksi. Meski begitu hal tersebut masih bisa diminimalisir dampaknya dengan melakukan langkah antisipasi.
"Saat ini pandemi belum berakhir, oleh karena itu penanganan juga perlu memerhatikan protokol kesehatan sehingga ketika dilakukan penanganan tidak menimbulkan kluster penyebaran Covid-19 yang baru," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi saat ini masih belum pasca pandemi, meski penularan Covid-19 sudah dapat ditekan jumlahnya. Perlu diketahui juga, beberapa negara seperti Inggris dan Turki yang penularannya sempat menurun saat ini juga sudah kembali mengalami peningkatan.
Ia juga mengingatkan, ketika menangani bencana harus menghilangkan ego sektoral, sehingga tidak ada yang dibeda-bedakan.
Lebih lanjut, Wali Kota Kediri juga mengatakan, potensi bencana di Kota Kediri itu ada, mengingat wilayah ini berada di antara Gunung Wilis dan Gunung Kelud. Akhir - akhir ini juga ditemui banyak angin kencang yang melanda Kota Kediri.
Di Kota Kediri sendiri ada beberapa titik yang rawan mengalami genangan ketika masuk di musim penghujan. Hal itu dikarenakan ada cekungan yang memang ada di Kota Kediri dan memang itu harus dilakukan penanganan.