Dipenuhi Bangunan Bersejarah, Kelurahan Pakelan Potensi Kembangkan Destinasi Wisata

Kediri Dalam Berita | 19/10/2021

logo

Salah satu bangunan kuno yang ada di Kelurahan Pakelan. (Foto: Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Kediri)
Salah satu bangunan kuno yang ada di Kelurahan Pakelan. (Foto: Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Kediri)
 

Kediri, koranmemo.com - Kota Kediri memiliki banyak bangunan bersejarah yang patut untuk dilestarikan, salah satunya berada di wilayah Kelurahan Pakelan yang menjadi eks kawasan Pecinan di masa lampau. Hal inilah yang mendorong Kelurahan Pakelan untuk membangun dan menata lingkungannya menjadi destinasi wisata berciri khas memanfaatkan nilai sejarah dengan tujuan untuk lebih memberdayakan masyarakat.

Program pemberdayaan masyarakat atau Prodamas, merupakan sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk memaksimalkan potensi yang ada pada daerahnya masing-masing.

 Kepala Kelurahan Pakelan Subadi Waluyo menyampaikan jika terdapat banyak sekali bangunan bersejarah yang ada di Kelurahan Pakelan ini. Bahkan gedung Kantor Kelurahan Pakelan telah terdaftar sebagai salah satu cagar budaya yang ada di Kota Kediri. “Sebenarnya selain gedung kantor kelurahan ini, bangunan milik pribadi warga juga banyak yang menjadi bangunan cagar budaya, bahkan ada beberapa bangunan yang berada tidak dipinggir jalan sudah tertutupi bangunan baru,” ungkap Subadi, Jum’at (15/10).

Beberapa bentuk bangunan khas Tionghoa di Kelurahan Pakelan beberapa sudah mengalami pemugaran dan proses renovasi. Sehingga keaslian arsitektur bangunan sudah banyak yang diubah.

Maka dari itu, langkah yang diambil oleh Kelurahan Pakelan untuk memanfaatkan Prodamas adalah dengan mengoptimalkan pembangunan. Sehingga dalam pembangunan kedepannya dapat selaras dengan lingkungan tanpa harus merubah bentuk bangunan yang ada.

“Jadi kami ingin pembangunan ini memiliki keselarasan dengan bangunan-bangunan tua yang ada disini. Karena kami ingin mempertahankan arsitektur lama dari bangunan bersejarah supaya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Kediri”, imbuh Subadi.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Pakelan, Hadi Wahyono  sangat antusias dalam pemanfaatan dana prodamas ini, karena menilai pembangunan yang tidak dipikirkan secara matang malah akan menimbulkan efek yang kurang bagus karena tidak harmoni dengan lingkungan di sekitarnya.

“Karena pakelan ini sebagai distrik pecinan atau pakelan sebagai bagian dari Kota Tua Kediri, pembangunan yang kami lakukan disini juga sangat memerhatikan dengan harmoni dari bangunan-bangunan lama yang memiliki nilai sejarah.”

Selain itu, di Kelurahan Pakelan memiliki Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) sebagai langkah untuk menyikapi pembangunan dari Prodamas. Namun karena terkendala pandemi Covid-19, Repelita baru bisa dijalankan pada tahun 2021.  

Hadi Wahyono  menilai bahwasannya apabila Repelita yang sedang dijalankan ini dapat terealisasikan, hal ini bisa memberikan efek positif kepada masyarakat.

“Pada Prodamas tahun ini  akan difungsikan untuk membangun sarana prasarana yang nantinya akan menjadi kawasan wisata kuliner yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebenarnya program Repelita ini sudah ada sejak awal dilantiknya Wali Kota saat ini Pak Abu. Namun karena terkendala Covid-19 Repelita ini baru bisa dijalankan tahun ini. Meskipun tertunda kita sudah punya acuan kerja baik dari jangka menengah ataupun jangka panjangnya,” tuturnya.

Hadi Wahyono menaruh harapan kepada masyarakat sekaligus pemerintah Kota Kediri dalam bidang pembangunan agar baiknya membentuk tim khusus yang memerhatikan nilai budaya dan sejarah dari bangunan itu, baik yang akan dibangun ataupun diperbaiki. “Harapannya saya sebagai masyarakat, didalam pembangunan itu baiknya ada tim klinik pembangunan atau klinik desain. Agar dalam pembangunan bisa memiliki harmoni dengan lingkungan sekitar,” pungkasnya.