SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Selade Berseri Kelurahan Dermo, Kota Kediri memanfaatkan lahan untuk menanam tanaman hidroponik dan sayur mayur. Yang ditanam di antaranya adalah selada yang dapat menyokong kebutuhan pangan di lingkungannya.
KRPL ini memanfaatkan bahan nutrisi dan pupuk dari sampah organik. Sampah diolah pada drum biru untuk komposter, yang setiap hari akan diisi sisa makan rumah tangga sekitar KRPL. Setelah sebulan, akan menghasilkan pupuk padat dan Pupuk Organik Cair (POC).
"Pupuk cair kami alirkan ke tabung hidroponik untuk nutrisi tanaman selada. Kami sudah tidak pakai A B Mix. Lalu pupuk padatnya, kami taruh di polybag-polybag,” ujar Theodora, Ketua KRPL Selade Berseri, Minggu (17/10/2021).
Hasil tanaman selada cukup diminati pembeli. Malahan sudah memiliki pelangganan dari penjual ayam geprek dan gado-gado. "Sebelum pandemi malah pernah memasok swalayan di Nganjuk," tambahnya.
Tanaman selada lebih awet jika disimpan. Semisal dikeluarkan dari kulkas dan disiram air, bisa kembali segar dan tidak gampang busuk karena sayuran dijual sekaligus dengan akarnya. Selada dengan pupuk cair organik juga menghasilkan daun yang lebih tebal, lentur, renyah, dan tidak meninggalkan rasa pahit.
KRPL Selade Berseri menjual sayuran tidak terlalu mahal dari harga pasaran. Sehingga banyak pembeli yang akhirnya jadi pelanggan. Sementara pembuatan pupuk cair organik dilakukan setelah mendapatkan binaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri. Sehingga dapat lebih cepat menghasilkan tanpa harus banyak trial and error.
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar memberikan apresiasi attas upaya masyarakat Kota Kediri dalam memanfaatkan peluang yang ada di sekitar.
Lahan di Kota Kediri tidak begitu luas. Dengan adanya KRPL, pengoptimalan pekarangan yang ada untuk dijadikan sumber pangan keluarga menjadi hal yang sangat baik. Terutama penggunaan pupuk dari sampah organik sehingga dapat ditiru oleh KRPL lainnya,” ujarnya.
Kepala DKPP Kota Kediri, Muhammad Ridwan menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengajukan uji lab nutrisi untuk produk dari KRPL Selade Berseri. Selain itu akan mengajukan dana stimulan KRPL 2022 sebesar Rp 55 juta menyusul 7 KRPL Kota Kediri yang telah mendapat suntikan dana tahun 2021.
Hasilnya akan meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen dan juga menambah nilai jual hasil panen. Metode penanaman seperti ini juga akan diterapkan di KRPL lainnya,” ujarnya.
Menurut Kartini, Kabid Ketahanan Pangan DKPP Kota Kediri menyampaikan, secara teknis keberadaan KRPL banyak membawa keuntungan.
"Pengelola tidak perlu membeli nutrisi tambahan serta bisa menjual hasil panennya sehingga dapat menjadi sumber pangan berkelanjutan. Kami akan melakukan pendampingan lebih intens agar KRPL terus termotivasi untuk bercocok tanam,” tandasnya.