Seniman di Kota Kediri Berharap Digelar Lagi Pertunjukan Simulasi Kedua Kesenian Jaranan

Kediri Dalam Berita | 12/10/2021

Surya.co.id

 
 
SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
 
Kesenian jaranan sewaktu menggelar aksi di halaman Kantor Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. 
 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Kalangan seniman jaranan di Kota Kediri berharap segera digelar lagi simulasi pertunjukan kesenian jaranan saat pandemi Covid-19.

Diharapkan dengan adanya pertunjukan simulasi yang berlangsung saat ini, dapat menyempurnakan metode yang benar pertunjukan jaranan yang sesuai protokol kesehatan.

"Simulasi pertama dilakukan di lapangan terbuka, kami berharap ada simulasi lagi pertunjukan di ruang tertutup seperti GOR Jayabaya atau stadion," ungkap M Hanif, Koordinator Aliansi Seniman Kediri, Senin (11/10/2021).

Pada simulasi pertama di Lapangan Ketami juga tidak berlangsung mulus. Karena pentas yang direncanakan berlangsung 4 jam, baru 2 jam sudah dibubarkan petugas karena penonton yang membludak.

Diakui Hanif, saat pertunjukan simulasi pertama di lapangan terbuka memang penonton membludak karena tingginya kerinduan masyarakat akan seni jaranan di Kota Kediri.

"Kota Kediri ini merupakan barometer kesenian jaranan. Selama satu setengah tahun ini, para seniman tidak bisa berkreasi dan tampil," ungkapnya.

Hanif berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah yang lebih pro aktif dan tidak merugikan para seniman.

"Para seniman ini kalau tidak ada tanggapan atau kegiatan seni juga tidak ada penghasilan," tambahnya.

Apalagi ada ribuan seniman dari berbagai cabang seni yang ada di Kota Kediri. Namun yang terbanyak dari kelompok seniman jaranan yang mencapai 165 grup. Masing-masing grup setidaknya beranggotakan 50 orang.

"Pelaku kesenian kuda lumping yang paling banyak sekali. Karena Kota Kediri selama ini memang jantungnya kesenian jaranan," ujar Hanif.

Sementara terkait dengan rencana pertunjukan simulasi kedua, sejauh ini masih belum ada respons dari para pemangku kepentingan di Kota Kediri.

Para seniman sebelumnya mengadu ke Balai Kota Kediri yang ditemui pejabat Forkompimda Kota Kediri.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar sebelumnya menyampaikan, para pelaku seni untuk membatasi jumlah penonton dan antar pemain saling menjaga jarak.

"Seluruh pemain memakai masker, kecuali yang menyanyi," tambahnya.

Wali kota menyebutkan akan mengawal hasil kesepakatan. Selain itu diharapkan ke depannya menjadi bagian dari edukasi masyarakat.

Karena, saat ini semua harus menyesuaikan dengan keadaan pandemi Covid-19. Termasuk pagelaran kesenian lainnya diperbolehkan, namun harus tetap diatur lebih detail lagi.

"Kita tidak boleh los-losan lagi," ungkapnya.