AGTVnews.com - Kosongnya pelatih kepala di Persik Kediri memunculkan banyak rumor pelatih baru. Sejumlah nama disebut-sebut bakal menggantikan Joko Susilo, salah satunya adalah Jaya Hartono.
Seperti diketahui, kursi pelatih Persik Kediri kosong pasca diputusnya kontrak Joko Susilo pada laga pekan keenam BRI Liga 1.
Belakangan nama Jaya Hartono santer disangkutpautkan dengan Persik Kediri. Dia dianggap pantas untuk mengarsiteki tim berjuluk Macan Putih saat ini.
Dalam pembicaraan dengan redaksi, Jaya Hartono mengakui bahwa kontak dengan manajemen Persik Kediri bukanlah kabar burung. Dia mengakui sudah dihubungi perihal kursi kosong di Persik Kediri.
Beberapa kali dirinya dihubungi oleh manajemen Persik Kediri yang pada intinya memintanya untuk menukangi tim Macan Putih.
"Ada dari pihak manajemen Persik Kediri yang sudah menghubungi saya dan menyodorkan penawaran itu," katanya.
Atas penawaran itu, Jaya Hartono mengaku dirinya sebenarnya siap dan mau menerima. Namun, dirinya saat ini statusnya adalah milik tim Persijap Jepara.
"Sebenarnya saya siap. Namun harus bagaimana, di satu sisi saya masih terikat kontrak sebagai pelatih Persijap Jepara," ungkapnya.
Lebih lanjut, Jaya Hartono mengatakan, jika faktor tersebut sudah ia bicarakan dengan manajemen Persik Kediri.
"Pada intinya semua saya kembalikan kepada Persijap Jepara. Kalau membolehkan saya untuk bergabung di Persik Kediri saya nurut dan begitupun sebaliknya."
"Dan sebenarnya manajemen Persijap Jepara sudah sempat saya berikan kontak person dari manajemen Persik Kediri untuk menentukan keputusan. Saat ini keputusan itu masih belum keluar," terangnya.
Jaya Hartono bukanlah nama baru di publik Persik Kediri. Sebelumnya juga sempat menjadi pelatih kepala di Persik Kediri pada era awal kebangkitannya.
Bahkan sepak terjang yang ditunjukkan Jaya Hartono saat menukangi Persik Kediri tak bisa dianggap sepele.
Lewat tangan dingin Jaya Hartono sukses menyulap Persik Kediri menjadi tim yang ditakuti lawan. Persik berhasil menjuarai kompetisi Divisi I tahun 2002.
Bukan itu saja, Persik Kediri menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia 2003 langsung setelah promosi dari kasta kedua.