SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Dispendukcapil Kota Kediri melakukan pelayanan jemput bola dalam perekaman KTP Elektronik (e-KTP) terhadap 8 warga binaan Lapas Kelas II A Kediri, Selasa (5/10/2021). Pelayanan rekam e-KTP ini untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Kepala Dispendukcapil Kota Kediri, Syamsul Bahri menyampaikan, sebelum perekaman pihaknya telah mengecek data warga binaan yang kemungkinan tidak memiliki atau belum memperbarui e-KTP.
Petugas telah melakukan pengecekan nomor induk kependudukan (NIK) pada sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) serta berkoordinasi dengan kelurahan. "Pengecekan dilakukan sampai ke alamat yang bersangkutan untuk menghindari salah orang,” jelas Syamsul.
Diungkapkan, 8 warga binaan yang melakukan perekaman adalah warga Kota Kediri. Namun apabila dari Lapas Kediri ada tambahan warga binaan dari luar Kota Kediri, Dispendukcapil juga siap membantu perekaman.
Sementara Noviana Rachmawati, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk menambahkan, saat di Lapas Kediri, tim Dispendukcapil juga melakukan pengecekan biometrik.
“Warga binaan kami cek sidik jarinya dengan alat kami untuk mengetahui yang bersangkutan sudah pernah terdata atau terekam di mana saja. Sekaligus untuk memastikan kebenarannya,” jelas Noviana.
Selanjutnya, kalau warga binaan sudah terdata di daerah lain, maka Dispendukcapil Kota Kediri akan berkoordinasi dengan kota atau kabupaten yang dimaksud. “Kemudian jika tidak ada data yang bermasalah, baru bisa kami cetak e-KTP. Kami juga upayakan pencetakan KTP dapat terselesaikan,” tambahnya.
Pelayanan jemput bola ini sesuai dengan arahan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar yang terus mengupayakan sinergi dengan berbagai pihak terkait kelengkapan administrasi pada warga yang berdomisili di Kota Kediri.
“Pendataan ini harus dilakukan, karena saat ini banyak kebijakan dan akses umum yang membutuhkan kelengkapan administrasi, seperti adanya NIK. Diharapkan dengan sinergitas ini, warga Kota Kediri tetap terjamin mendapat akses yang sama,” jelasnya.