AGTVnews.com - Dukung eksistensi kerajinan batik di Kota Kediri, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri terus memberikan dukungannya.
Dekranasda Kota Kediri bersinergi dengan pemerintah daerah memberikan sejumlah pelatihan, agar para pengrajin batik mampu bertahan dan terus mengembangkan diri.
Dukungan yang diberikan dekranasda Kota Kediri diantaranya, dengan adanya fasilitasi pameran, workshop, hingga fasilitasi digital marketing.
Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar mengatakan Dekranasda Kota Kediri telah berpartisipasi pada Pameran Gelar Kriya Dekranasda Jatim, memberikan fasilitasi promosi di media sosial bagi perajin batik, serta bekerjasama dengan Pemprov Jatim dan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian memberikan fasilitasi sertifikasi Batikmark gratis.
Selain itu, pada tahun ini, pemerintah juga memberikan workshop Penulisan Konten Kreatif bagi usaha kriya termasuk batik dan penyelenggaraan Batik Corner di Kediri Town Square (Ketos) dalam rangka Hari Batik Nasional.
Bunda Fey mengungkapkan bila melihat pengrajin-pengrajin batik di Kota Kediri ini masih terus eksis dan konsisten. Di era seperti sekarang Dekranasda juga mendorong pengrajin batik untuk memasarkan secara online.
“Kalau tidak seperti itu mereka akan ketinggalan. Sejauh ini Dekranasda bersama Pemerintah Kota Kediri kita selalu support teman-teman UMKM termasuk pengrajin batik. Kita juga datangkan desainer nasional agar motif-motif batik di Kota Kediri ini berkembang dan up to date,” ujarnya.
Istri Wali Kota Kediri itu menambahkan wujud nyata yang telah dilakukan untuk terus mempertahankan eksistensi batik adalah mewajibkan pegawai memakai kain tradisional daerah termasuk batik.
“Mudah-mudahan batik kita makin lestari dan banyak anak-anak muda mau menghargai karya-karya tangan pengrajin batik. Tidak melulu melirik fashion yang kekinian dan produk industri saja. Batik kan juga soal budaya, banyak cerita dan falsafah yang harus terus kita lestarikan. Kalau dari muda sudah diperkenalkan sampai tua bisa mencintai budayanya sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengharapkan masyarakat Kota Kediri semakin bangga untuk menggunakan produk lokal Kota Kediri salah satunya batik.
Dengan menggunakan produk batik Kota Kediri, maka permintaan akan produk batik ini terus meningkat.
“Kami InsyaAllah akan memfasilitasi agar batik ini bisa terus digunakan. Seperti keseharian saya sering sekali menggunakan kain lokal Kediri. Kalau kita menggunakan maka kita akan terus membeli produk itu. Nah tentu kalau kita membeli produk itu maka si pengrajinnya pun akan mendapat multiplier effect ekonominya,” harapnya.